Diarsipkan di bawah: Komunitas anti dukun | Tag: ahli hipnotis, belajar debus, belajar ilmu ghoib, belajar kebal, belajar santet, belajar sihir, beli jimat, beljar sihir, deddy corbuzier, dukun, guna-guna, hukum sihir, ilmu pelet, jin, kesurupan, ki gendeng pamungkas, ki joko bodo, korban dukun, korban santet, mbah maridjan, mengatasi sihir, nyi roro kidul, paranormal, pelet, romi rafael, ruqyah online, ruqyah syar'iyah, saaman, santet, sihir, suhu acaia, syaitan, teluh, tukan ramal, voodo, zodiak
بِسْمِ اللهِ الْرَّحمَنِ الْرَّحَيمِ
KOMUNITAS ANTI DUKUN
Rubrik ini saya sengaja buat bagi siapa saja yang ingin berbagi pengalaman tentang kesesatan dukun atau ingin konsultasi tentang masalah ruqyah syar’iyah dan yang berkaitan dengannya.
Silahkan kirimkan pengalaman anda ke : anti_dukun (at) yahoo.com
Ini diantara atsar yang menceritakan pengalaman seorang wanita yang mempelajari sihir.
Dan di dalam hadits Bajalah, dia berkata : “Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu menulis surat (yang berisi perintah) untuk membunuh setiap tukang sihir pria dan wanita”.
Bajalah berkata : “Kami telah membunuh tiga orang tukang sihir”.
Dan dari keterangan atsar-atsar juga menunjukkan –disandarkan kepada ayat yang telah lalu- bahwa sihir tidak mungkin bisa dilakukan kecuali oleh orang yang telah kafir.
Diantaranya adalah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata :
“Seorang wanita dari penduduk Daumatul Jandal datang kepada saya. Dia bermaksud menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam setelah beliau wafat. Awalnya dia hendak bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan sihir yang belum dia lakukan”.
Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Urwah :
“Wahai anak saudariku, engkau melihat dia menangis ketika dia tidak berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang dapat menyelesaikan (masalahnya). Dia menangis sampai saya terharu kepadanya”.
Dia berkata : “Sesungguhnya saya takut menjadi orang yang binasa. Dahulu saya memiliki suami, kemudian dia pergi. Datang seorang wanita tua kepada saya, kemudian saya mengadukan hal tersebut kepadanya”
Maka dia menyarankan : “Jika kamu mau melakukan apa yang aku perintahkan, niscaya aku bisa membuatnya datang kembali kepadamu”.
Pada suatu malam, dia mendatangi saya dengan membawa dua anjing hitam. Maka dia menunggangi salah satunya dan saya mengunggangi yang lainnya. (Dalam perjalanan) tidak terjadi apa-apa sampai kami berhenti di Babil. Ternyata (saya mendapati) dua orang yang tergantung kaki-kakinya. Kemudian keduanya bertanya : “Apa yang mendorongmu datang kemari ?”
Saya menjawab : “Saya akan belajar ilmu sihir”.
Keduanya berkata : “Sesungguhnya kami adalah cobaan (bagimu), maka janganlah engkau menjadi kafir ! Kembalilah !”
Maka saya menolak seraya berkata : “Tidak !”
Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya”.
Maka saya pergi tetapi saya takut dan urung saya lakukan, kemudian saya kembali kepada keduanya.
Keduanya bertanya : “Sudah kau lakukan ?”
Saya menjawab : “Ya !”
Keduanya bertanya : “Apakau engkau melihat sesuatu ?”
Saya menjawab : “Saya tidak melihat apa-apa !”
Keduanya bertanya : “Berarti engkau belum melakukannya ! Kembalilah ke negerimu dan janganlah engkau menjadi kafir !”
Maka saya bimbang dan (akhirnya) saya menolak (untuk kembali).
Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya”.
Kemudian saya pergi, saya menggigil dan takut, lalu saya kembali kepada keduanya seraya berkata : “Sudah saya lakukan !”
Keduanya bertanya : “Apa yang kau lihat ?”
Saya menjawab : “Saya tidak melihat apa-apa !”
Keduanya berkata : “Engkau dusta, engkau belum melakukannya ! Kembalilah ke negerimu dan janganlah engkau menjadi kafir, maka engkau tetap dalam keadaanmu semula !”
Maka saya bimbang dan (akhirnya) saya menolak.
Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya !”.
Maka saya pergi kepadanya dan kencing di dalamnya. Maka saya melihat seorang penunggang kuda bertopi baja keluar dari diri saya. Kemudian pergi ke langit dan menjauh sampai saya tidak melihatnya. Kemudian saya datang kepada keduanya.
Lalu saya berkata : “Sudah saya lakukan !”
Keduanya bertanya : “Apa yang kau lihat ?”
Saya menjawab : “Saya melihat seorang penunggang kuda bertopi baja keluar dari diri saya. Kemudian pergi ke langit dan menjauh sampai saya tidak melihatnya”.
Keduanya berkata : “Engkau benar. Itulah Imanmu, telah keluar darimu ! Pergilah !”
Maka saya berkata kepada wanita tua : “Demi Allah, saya tidak mendapat pengetahuan apa-apa, keduanya tidak berkata apa-pun kepada saya !”
Wanita tua itu berkata : “Tentu ! (Karena) kamu tidak ingin apa-apa, tetapi ambillah gandum ini, kemudian taburkan !”
Maka saya taburkan seraya berkata : “Tumbuhlah !” Maka tumbuhlah.
Dan saya berkata : “Bersemilah !”. Maka ia bersemi.
Kemudian saya berkata : “Rontokkanlah !” Maka ia merontokkannya.
Kemudian saya berkata : “Mengeringlah !” Maka ia mengering.
Kemudian saya berkata : “Tumbuklah !” Maka ia menumbuk.
Kemudian saya berkata : “Jadilah roti !” Maka ia menjadi roti.
Ketika saya melihat diri saya, bahwa tidaklah saya menginginkan sesuatu kecuali terjadi, saya bingung dan menyesal –demi Allah wahai Ummul mukminin !- Saya belum melakukan apa-apa dan tidak akan melakukannya selamanya.
Dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkannya dari Ar-Rabi’ bin Sulaiman secara panjang lebar sebagaimana yang telah lalu. Dan dia menambahkan setelah ucapannya : “Dan saya tidak akan melakukannya selamanya”.
Maka wanita tersebut bertanya kepada para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang baru saja beliau wafat –jumlah mereka masih banyak saat itu-. Mereka tidak mengetahui apa yang harus diucapkan kepadanya. Semuanya enggan dan khawatir untuk berfatwa terhadap perkara yang belum mereka ketahui, tetapi Ibnu Abbas atau sebagian Shahabat yang ada disisinya berkata kepada wanita tersebut : “Andaikan kedua orang tua anda atau salah satunya masih hidup”. ( Asal tulisan ini adalah sebagian dari artikel dengan judul “ Kafirnya Tukang Sihir “, tulisan Ustadz Muhammad Yahya, murid Syaikh Ahmad An – Najmi, diterjemahkan dan dikirim oleh Ustadz Muhammad Yahya Hafidzullah )
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Tajamkan pena…
Komentar oleh Koko Desember 15, 2008 @ 5:51 pmjangan Mundur…
jitak kepala mereka..
tampar lisan mereka dengan sandalmu…
maju terus pantang mundur….
jangan pernah kabur………………..
Nih, saya tambahin pak Ustadz..
Dukun-dukun alias tukan tipu… :
Ki Gendeng Pamungkas
Ki Joko Bodo
Mbah Maridjan
Permadi
Suhu Acai
Mama Retno
Joko Widayat
dll
Majalahnya :
Liberty
Tabloid Posmo
dll
ada yang mau nambahin gak ?????
Komentar oleh jack Desember 15, 2008 @ 6:11 pmemang, bener..
Komentar oleh Nova Desember 15, 2008 @ 6:19 pmTenaga dalam tuh yang ngakunya gak pake’ Jin..
eh padahal, jin dimintai tolong segala…
Dasar tukang tipu… kalo emang bisa punya kekuatan sehebat itu kenapa gak berangkat aja ke Israel 10 orang aja..
Ciaaaaaaaaaaaaaaaattttt… gak perlu bom bunuh diri…. mati deh Tentara Israel tanpa perlu disentuh….
dukun emang kejam menghancurkan dunia dan akhirat merusak jasad dan aqidah umat
Komentar oleh lutfi Desember 18, 2008 @ 7:22 ampokoknya selon kita lawan ki joko bodo dan permadi
Allahu akbar…… Allahu akbar……Allahu akbar
ane di belakang ente…………
Assalamualaikum
Ana sangat mendukung & amp; meng apresiasi sekali dengan Web site Komunitas anti dukun.
Ana punya banyak pengalaman mengenai kejahatan para dukun, bahkan sudah ana dokumentasikan dalam bentuk buku berjudul Ruqyah Syar’iyah dan Ilmu Tenaga Dalam.
Insya Allah nanti ana kirim tulisan, Syukron
Komentar oleh Yuyu Wahyudin Maret 14, 2009 @ 3:20 amttd
Yuyuy Wahyudin
Wa’alaikum Sallam
Komentar oleh abdullah1982 Maret 15, 2009 @ 6:14 pmKomentar dari Akh Yuyu ini telah diedit karena ada yang perlu di tinjau kembali, jazakallahu khoir atas kunjungan ke blog ana dan dukungan antum.
@lutfi:
Komentar oleh supriman April 17, 2009 @ 9:01 amJyaahh.. ente beraniny kok di belakang seh.. Di depan dong..
Insya Allah para Muwahid tidak ada yang takut sama dukun dan para tukang sihir, bisa apa mereka para budak iblis (para dukun). semoga Allah memutuskan leher mereka. Amin
Komentar oleh abdullah1982 April 19, 2009 @ 2:03 pmhari gini percaya dukun kasihan banget,pengen kaya pergi ke dukun,pengen jodoh pergi ke dukun pantesan bangsa ini akan terus menjadi bangsa dunia ke tiga. please real thinking dong bro and yang utama pasrahkan hidup ini dan berusaha hidup
Komentar oleh willy September 15, 2009 @ 11:05 amkarena allah swt. amin
Jazakallahu Khoir, mas willy, semoga kita semua dilindungi oleh Allah dari kesesatan para dukun.
Komentar oleh abdullah1982 September 15, 2009 @ 12:22 pmAwfan tulisan swtnya, seharusnya ditulis dengan lengkap. Subhaahu Wata’ala.
Jazakallahu Khoir was willy. semoga Allah menjaga Antum dan keluarga antum
terima kasih atas koreksinya mrs abdullah, harap
Komentar oleh willy September 16, 2009 @ 10:53 amdi maklum aku seorang mualaf / baru belajar mengenai islam mohon beribu maaf kalau ada kata-
kata dan kalimat yang tidak berkenan di hati anda
please maafkan saya.
Jazakallahu Khoir Mas Wiliy, masya Allah ana salut sama antum, walaupun antum seorang mua’alaf antum mengetahui hakekat dari kesesatan dukun berbeda dengan sebagian orang yang masih doyan pergi kedukun padahal ngaku sebagai seorang muslim. Insya Allah kita bisa menjalin komunikasi ini lebih lanjut. sebentar lagi ana pulang keindonesia. Insya Allah dengan lapang dada kalau ada nasehat, saran dan kritik dari antum jika itu benar ana akan terima. antum tinggal dimana ?, semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada saya dan antum (anda) diatas islam yang haq (benar) dan diatas sunnah hingga mati
Komentar oleh abdullah1982 September 16, 2009 @ 12:14 pm