Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al Jakarty
Selain meletusnya gunung merapi kematian mbah maridjan juga menjadi obrolan berbagai lapisan masyarakat akhir-akhir ini, dikarenakan keterkenalan tokoh yang satu ini sebagai “kuncen” gunung merapi disamping mbah maridjan meninggal menjadi korban meletusnya gunung merapi. Apalagi konon meninggalnya dalam keadaan sujud. Tak sedikit orang yang memujinya karena mati dalam keadaan sujud, atau karena keberaniannya dan pujian-pujian lainnya. Dan hampir tidak ada komentar yang tak senada dengan komentar – komentar diatas. Lalu bagaimanakah seorang muslim yang terbimbing dengan agama yang haq (benar) ba’da taufiqillah (setelah hidayah taufiq Allah) menilai sosok mbah maridjan. Insya Allah penjelasan sederhana dibawah ini menjadi penjelas bagi kita bagaimana kita menilai seorang mbah maridjan. Lanjut membaca
Tersebarnya dukun dan tukang sihir di berbagai penjuru indonesia dengan berbagai tampilan, corak dan kedok membuat para muwahid dan para pejuang dan da’i tauhid prihatin. Bagaimana tidak prihatin….., Siapa yang ridho . Alloh, Rabb kita dilecehkan dengan perbuatan kekufuran dan kesyirikan mereka. Siapa yang ridho agama kita diinjak-injak dengan perbuatan kekufuran dan kesyirikan mereka, siapa yang ridho kaum muslimin dirusak aqidah dan tauhid mereka oleh propaganda sesat mereka, siapa yang ridho dengan seenaknya mereka menyantet, menyihir kaum muslimin, siapa ridho harta -harta kaum muslimin diambil secara bathil dalam praktek perdukunan dan persihiran mereka, siapa yang ridho kekufuran dan kesyirikan perbuatan sihir, mereka anggap suatu hal yang biasa, siapa yang ridho kekufuran dan kesyirikan perbuatan sihir dijadikan hiburan kaum muslimin, siapa yang ridho kekufuran sihir dijadikan alternatif pengobatan kaum muslimin, siapa yang ridho orang bejat lagi busuk dengan perbuatan kekufuran dan kesyirikan sihir mereka dijadikan rujukan dalam masalah – masalah kaum muslimin……