Pengenalan Seorang Hamba Kepada Allah Azza Wajalla

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Sebuah kewajiban yang paling pokok dan mendasar bagi seorang hamba adalah mengenal Rabbnya, mengenal Allah yang telah menciptakannya, memelihara dan memberi rezeki kepadanya, Yang tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah melaikan Dia.

Wajib bagi seorang hamba untuk mengenal Allah dengan pengenalan yang benar yang membuahkan rasa cinta kepada Allah, takut kepada Nya dan beribadah kepadaNya semata. Berkata Syaikh Muhammad Aman Al Jami Rahimahullah : “ Yaitu pengenalan seorang hamba kepada Allah yang mewajibkan mencintaiNya Subhanahu wata’ala, takut kepadaNya, mengagungkanNya, mengagungkan perintahNya dan syari’atNya. Pengenalan yang mewajibkan muraqabatullah (merasa dalam pengawasan Allah Ta‘ala) dan takut kepadaNya serta puncak cinta kepadaNya, dikarenakan cinta kepada Allah adalah ruh iman, dan iman jika kosong dari cinta kepada Allah seperti jasad yang mati (tanpa ruh –ed)”  (Syarhu Tsasatil Usuul : 21).

Dan pengenalan seorang hamba kepada Allah dengan cara membaca ayat – ayatNya yang menjelaskan tentang keesaan Allah didalam rububiyahNya, uluhiyahNya dan asma (nama-nama) dan sifatNya. Begitu juga dengan memikirkan ciptaanNya karena itu semua menunjukkan tentang kebesaran dan keagunagn Allah yang menciptakannya.

Pengenalan seorang hamba kepada Allah tidaklah terlealisasi kecuali dengan mengimani empat hal : Lanjut membaca

Sebuah catatan atas perkataan ngawur dari Hasyim Muzadi dan Gus Sholah tentang Fenomena Ponari

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al Jakarty

Fenomena Ponari benar-benar membuat gempar bangsa ini, tak pelak semua elemenpun memperlihatkan reaksinya, orang yang tidak perduli atau melalaikan agamanya orang yang paling pertama terseret ke kelamnya kesyirikan di fenomena Ponari, sebagian para  pebisnis dan ahli dunia orang yang terdepan meraup keuntungan di fenomena Ponari walaupun aqidah ummat menjadi taruhan dan elemen yang lainya dari bangsa inipun berkomentar sesuai dengan latar belakang kehidupan dan pendidikan masing-masing tak ketinggalan seorang yang ditokohkan Hasyim Muzadi dan Gus Sholeh pun berkomentar dengan komentar ngawur tentang fenomena Ponari, tulisan sederhana ini sebuah nasehat dan upaya membendung dampak dari perkataan mereka berdua dan perkataan yang semisal mereka, karena tidak menutup kemungkinan ada yang mengambil perkataan mereka berdua atau yang semisal dengan perkataan mereka,  dan menyakini sebagai kebenaran dan mengamalkannya. Lanjut membaca

Menyapa Fenomena Ponari dan yang semisalnya ( Menyingkap di balik keajaiban Ponari dan sebuah nasehat untuk kaum muslimin )

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al – Jakarty

Beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa ikhwan (teman) terlibat pembicaraan. Sampai pada sebuah informasi tentang Ponari yang terlontar dari salah satu ikhwan,  setelah beberapa hari dari pembicaraan tersebut saya baru mempunyai kesempatan untuk mencari tahu lebih dalam informasi tentang Ponari, ternyata kenyataan fenomena Ponari ini membuat saya kaget sekaligus menyapa keimanan didalam hati, sayapun yakin seperti itu juga ikhwan – ikhwan yang lain, keimanan siapa yang tidak  tersentuh perbuatan syirik dilakukan didepan mata, keimanan siapa yang tidak tersentuh kesesatan dikampanyekan dihadapan kita, keimanan siapa yang tidak tersentuh melihat kaum muslimin tersesat dikelamnya kebodohan, keimanan siapa tidak tersentuh ditengah keterprosokkan kaum muslimin kepada kesyirikan ada pihak yang malah mencari keuntungan. Lahaula wala Quwata illa Billah, kemudian terbetiklah untuk menulis tulisan sederhana ini dengan harapan semoga bermanfaat. Lanjut membaca

Di mulai dari yang terpenting Sebuah Pembahasan Tentang Makna Laa Ilaha Illallah dan Konsekuesinya

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al – Jakarty

Wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari ilmu agama ini, terutama hal – hal yang dengan ilmu tersebut seseorang bisa menegakkan agamanya,  Imam Ahmad pernah ditanya tentang apa yang diwajibkan atas seorang hamba untuk mempelajarinya, berkata Imam Ahmad Rahimahullah : ” Ilmu yang dengan nya seseorang bisa menegakkan agamanya, ditanyakan kepada beliau seperti apa,? beliau menjawab ilmu  yang seseorang tidak boleh  bodoh darinya, seperti sholat, zakat, dan shoum (puasa) dan yang semisalnya.” ( Silahkan lihat Kitab Al-Furuq, Ibnu Muflih 1/525, Hasiyah Al – Ushulus Tsalasah Ibnul Qasim )

Sebelum itu ada kewajiban yang paling agung yang kita harus memahami dan mempelajarinya yaitu tauhid, kewajiban yang terpenting dari yang terpenting lainnya, berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan Hafidzahullah : ” Dan (mempelajari tauhid) perkara yang sangat penting, mempelajari atau memahami tauhid lebih ditekankan atas kamu dari mengetahui hukum sholat, zakat, ibadah-ibadah dan seluruh perkara agama lainnya. Dikarenakan mempelajari perkara ini adalah yang pertama dan pondasi, dikarenakan sholat, zakat,  haji, dan selainnya dari ibadah-ibadah tidaklah sah apabila tidak dibangun atas dasar aqidah yang benar dan itulah tauhid yang murni untuk Allah Azza wajalla “ ( Syarh Qawaidul ‘Arba : 6 ) Lanjut membaca

Ketika Ilmu Tauhid dan Aqidah Diabaikan

Prihatin, inilah yang pertama kali ana ingin tulis dalam artikel ini, berapa banyak orang yang bangga ketika dirinya telah berhasil menyelesaikan  studi dalam disiplin ilmu dunia tertentu atau banyak orang tua telah bangga dan merasa telah berhasil mendidik anak  ketika anaknya meraih gelar dalam disiplin ilmu dunia tertentu. tapi sangat memprihatinkan sekolah tinggi-tinggi menempuh waktu  yang tidak sedikit, ditanya tentang permasalahan agama yang paling pokok tidak tahu, ditanya tentang permasalah aqidah yang paling sederhana tidak tahu, ditanya masalah tauhid tidak tahu …!! Bagaimana dia tidak tahu perkara yang menjadi sebab dia diciptakan.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya :  ” Dan tidaklah aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Berkata Ibnu Abbas Radhiyallohu ‘anhu : “Setiap apa yang terdapat di Al -Qur’an dari perintah ibadah, bermakna tauhid “ ( Silahkan lihat Tafsir Al Baghowi ) Lanjut membaca

Surat Pernyataan “Perang”

Surat Pernyataan “Perang”

dari Seorang Santri

kepada para Dukun dan Tukang Sihir

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ

“Hai Nabi  berjihadlah (melawan) orang-orang Kafir dan orang-orang Munafiq dan bersikap keraslah terhadap mereka” (QS. At-Taubah : 73 )

فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

” Maka perangilah wali – wali syaithan itu, (karena) sesunggunya tipu daya syaithan itu lemah( Qs. An-Nisa’ : 76 )

Kejahatan dan kekejian para dukun dan tukang sihir luar biasa jahat, sadis dan kejinya. Terlalu banyak sudah korban kejahatan dan kekejian mereka, keberadaan mereka sangatlah membahayakan kaum muslimin. Baik buat kehidupan dunia mereka terlebih-lebih akhirat mereka.berkata Syaikh Sholeh Faudzan: “Karena keberadaan dukun sangat berbahaya bagi masyarakat yang berimbas kepada aqidah dan tauhid” (Iaanatul mustafid, Syaikh Sholeh Al Faudzan, jilid 1 hal 370) Diantara bentuk kejahatan mereka adalah : Lanjut membaca

PELET

PELET DALAM TINJAUAN SYARIAT ISLAM
Oleh : Abu Ibrohim Abdullah bin Mudakir Al-Jakarty


images3

Pelet adalah sebuah istilah yang ma’ruf di masyarakat kita, tapi sayangnya banyak orang yang tidak mengetahui hakekat dan hukumnnya.

Oleh karena itulah saya berusaha dengan memohon pertolongan kepada Alloh untuk menuangkan kesederhanaan ilmu saya pada artikel ini.

Dalam bahasa arab yang sesuai dengan pengertian pelet yang kita kenal adalah, “At Tiwalah” tiwalah sebagaimana di definisikan oleh syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwasannya hal itu dapat menimbulkan kecintaan istri kepada suaminnya atau suami kepada istrinya. (Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab : 77). Jadi apapun namanya baik tiwalah, mantra – mantra pengasih ataupun yang lainnnya, kalau hakekatnya sama maka hukumnya sama.

Jadi… apa sih hukumnya pelet? Lanjut membaca

Tentang Kami

بسم الله الرحمن الرحيم

766Alhamdulillah, kami adalah seorang santri yang belajar di sebuah Ma’had nan jauh disana yang berusaha untuk mengamalkan ilmunya dan mendakwahkan apa yang telah diilmui dengan membuat Blog ini, Tentu sesuai dengan kesederhanaan ilmu yang ada pada kami. Sebagai bentuk syukur kepada-Nya. Berkata Asy Syaikh Shalih Al-Faudzan : Tidak cukup seseorang hanya belajar dan beramal untuk dirinya sendiri,tidak berdakwah kepada Alloh ‘Azza wajala. Bahkan harus berdakwah (menyampaikan) kepada Yang lain maka dengan itu bermanfaat buat dirinya dan yang lain (Syarh Al-Ushulus Tsalasah : 206)

Catatan :

Afwan bukan karena mengurangi rasa hormat kami atas pengunjung blog ini Kalau ada komentar yang masuk maka kami berhak  untuk menerima atau tidaknya, begitu juga kami berhak mengeditnya insya Allah  karena pertimbangan syar’i, disamping itu kami mohon maaf tidak bisa menampilkan komentar  yang pada back groundnya ada gambar makhluk hidupnya karena gambar makhluk hidup diantara perkara yang dilarang agama  ini semoga bisa dipahami. Jazakallahu khoir

Abu Ibrohim Abdullah bin Mudakir Al-Jakarty