Penjelasan Kitab Al-Ushulus Tsalasah (Tiga Landasan Utama dalam Agama)

Mendulang Faedah dari Kitab al – Ushulus Tsalasah

(Tiga landasan utama dalam agama)

oleh : Abu Ibrohim Abdulloh Bin Mudakir Al Jakarty

Muqadimah

ushul-tsalasahInsya Allah Rubrik ini akan dijadikan sebuah rubrik yang membahas kitab-kitab aqidah ahlussunnah waljama’ah. Pada kesempatan kali ini insya Allah kita akan membahas sebuah kitab yang sangat agung. Yang kita sangat berhajat untuk memahami maknanya, kemudian mengamalkannya secara dhohir dan batin. Yaitu kitab “Al-Ushulus Tsalasah” yang ditulis oleh Syaikh Al-Imam Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab, sebuah kitab yang menjelaskan permasalahan tauhid dan aqidah secara sederhana, ringkas disertai dengan dalil-dalil dari Alqur’an dan Assunnah. Kitab ini pun mendapat tempat dihati kaum muslimin dengan dipelajarinya, dipahami maknanya, dihafal, dan diajarkan di majelis – majelis ilmu, baik dari kalangan ulama dan penuntut ilmunya, bahkan dikalangan awam ahlussunnahnya.

Jelaslah kitab ini sangatlah penting bagi kita untuk mempelajarinya karena menyangkut permasalahan yang pokok dan penting yaitu Tauhid dan Aqidah. Berkata Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz tentang kitab Ushulus Tsalasah: “Risalah ini sangatlah penting didalam aqidah yang ditulis oleh Syaikh Abu Abdillah Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab” (Syarah Ushulus Tsalasah,Syaikh bin Baaz : 21 ). Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan : “Risalah ini membahas pokok yang agung dari pokok-pokok islam yaitu Aqidah( Syarah Ushlus Tsalasah, Syaikh Sholeh Al-Fauzan : 05).

Insya Allah pada kesempatan kali ini kita akan membahas kitab Ushulus Tsalasah ini, tentu dengan kesederhanaan ilmu yang ada pada kami.

Insya Allah kami akan berusaha membahas kitab ini sederhana mungkin dan menitik beratkan pada pemahaman kitab.

Berkata Syaikh Rahimahulloh( matan )

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Dengan Nama Allah Ar-Rahman (maknanya, Yang maha pemurah) Ar-Rohim ( maknanya, Yang maha pengasih)”

Syarah ( Penjelasan )

Tanya : Siapa yang dimaksudkan Syaikh disini?

Jawab : Yang dimaksud syaikh disini adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahaab rahimahullah, penulis kitab ini dan begini seterusnya.

Tanya : Kenapa Syaikh memulai menulis kitabnya dengan  :

ِبسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jawab : Diantara karena beberapa hal :

1. Memohon pertolongan kepada Allah dalam menulis kitab ini.

2. Mencari atau mengharap Barokah ( kebaikan yang banyak dan terus-menerus) dari Allah dengan menyebut namaNya.

3. Meneladani sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam didalam tulisan-tulisan dan risalah-risalahnya.

Faedah :

Sudah sepantasnya kita dalam memulai perbuatan atau pekerjaan yang baik dengan menyebut : ِبسْمِ اللَّهِ dalam rangka memohon pertolongan kepada Allah. Allah berfirman :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

” Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” (QS. Al-Fatihah : 5)

Berkata Syaikh rahimahullah (matan) :

Ketahuilah bahwasanya wajib bagi kita mempelajari empat masalah. Pertama : Al-‘Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal NabiNya dan mengenal AgamaNya. Kedua : Beramal dengan Ilmu tersebut. Ketiga : Berdakwah kepada ilmu tersebut. Keempat : Bersabar terhadap gangguan didalam berdakwah.

Syarah ( penjelasan )

Tanya : Apa keempat perkara yang wajib atas seorang hamba untuk mempelajarinya?

Jawab : Keempat perkara itu adalah :

Pertama : Al-‘Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal NabiNya dan mengenal AgamaNya.

Kedua : Beramal dengan Ilmu tersebut.

Ketiga : Berdakwah kepada ilmu tersebut.

Keempat : Bersabar terhadap gangguan didalam berdakwah.

Tanya : Apa yang diinginkan dari wajib disini?

Jawab : Artinya setiap muslim wajib untuk mempelajarinya. Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan : “( Wajib ) yaitu bahwasanya perkara ini bukanlah perkara yang hukumnya sunnah bukan juga mubah ( boleh ) bahkan hukumnya wajib ‘aini ( setiap muslim wajib untuk mempelajarinya )“.(syarah ushulus tsalasah syaikh Sholeh al-Fauzan :13 ).

Tanya : Coba jelaskan apa yang dimaksud dengan empat perkara yang wajib untuk kita pelajari?

Jawab : Yaitu yang pertama adalah ilmu, yang dimaksud ilmu disini adalah ilmu agama bukan ilmu dunia, yaitu pengenalan seorang hamba terhadap RobNya yaitu Allah dan Agamanya dan NabiNya berdasarkan dalilnya baik dalam Alqur’an maupun Assunnah. Kemudian yang kedua adalah mengamalkan ilmu yang sudah diketahui karena ilmu itu dicari untuk diamalkan. Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Ilmu tanpa amal ibarat lebah tanpa madu. jadi ilmu dicari untuk diamalkan. Adapun yang ketiga adalah berdakwah kepada ilmu dan amal. Seseorang setelah mengilmui kemudian mengamalkannya maka tidak cukup sampai disini saja ada kewajiban yang lain baginya yaitu mendakwahkan ilmu yang telah diketahui sesuai dengan kemampuannya. Adapun yang keempat sabar dalam gangguan dalam berdakwah begitu juga sabar dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Dan sabar dengan ketiga macam sabar ( sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat dan bersabar dalam takdir Allah ). karena semua ini butuh keshabaran. Berkata Syaikh Ibnu Baaz : “karena seluruh perkara agama membutuhkan keshabaran”(syarh Ushulus Tsalasah, Syaikh Ibnu Baaz)

Berkata syaikh Rahimahullah (Matan) : Dan dalilnya adalah firman Allah ta’ala :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الاِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إلا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

yang artinya: “Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati didalam kesabaran.”(surat Al-‘Asr :01-03)

Syarah ( penjelasan )

Tanya : Apa dalil tentang empat masalah ini?

Jawab : Dalil tentang empat masalah ini adalah surat Al-‘Asr sebagaimana yang dibawakan syaikh Rahimahullah.

Berkata Syaikh Sholeh al-Fauzan : ( إِلا الَّذِينَ آَمَنُوا yang artinya : “Kecuali orang-orang yang beriman “) ini adalah permasalahan yang pertama Al-‘Ilmu dikarenakan iman tidaklah dicapai kecuali dengan ilmu yaitu mengenal Allah, NabiNya, serta Agama Nya dengan dalil”.

(وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ yang artinya dan mengerjakan kebaikan) ini adalah beramal dengan ilmu .

وَتَوَاصَوْا بِالْحَق) yang artinya : serta saling menasehati didalam untuk kebenaran) ini adalah dakwah kepada ilmu dan amal.

وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر) yang artinya : dan saling menasehati didalam kesabaran ) dalam gangguan berdakwah kepada ilmu dan amal. (syarah ushulus tsalasah syaikh Sholeh al-Fauzan :36 ).

Berkata Syaikh rahimahullah (Matan) :

Berkata Imam Syafi’i Rahimahullah : ” Seandainya Allah tidak menurunkan kecuali surat ini, maka cukuplah bagi mereka”

Syarah ( penjelasan )

Tanya : Siapakah Imam Syafi’i

Jawab : Imam Syafi’i adalah salah satu dari Imam yang empat, dilahirkan Gazza pada tahun 150 H dan wafat di Mesir pada tahun 204 H.

Tanya : Apa yang diinginkan dan dimaksud dari perkataan Imam Syafi’i ini ?

Jawab : Yang diinginkan oleh rahimahullah bahwasanya surat ini mencukupi mahluknya dalam anjuran untuk memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal Sholih , berdakwah kepada Allah  dan bersabar terhadap yang demikian tersebut, dan bukan yang dimaksud bahwa surat ini cukup bagi mahluknya dalam seluruh syariat. Dan perkataan beliau : ” Seandainya Allah tidak menurunkan kecuali surat ini, maka cukuplah bagi mereka” dikarenakan orang yang berakal dan berilmu apabila mendengar surat ini dan membacanya maka harus berusaha untuk melepaskan dirinya dari kerugian dan demikian itu dengan mensifati dirinya dengan empat sifat ini : Iman, Amal Sholih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.: ( syarah ushulus tsalasah syaikh Ibnu Utsaimin, 26 )

Berkata Syaikh rahimahullah (Matan) :

Berkata Imam Bukhari rahimahullah : “Bab Ilmu sebelum perkataan dan perbuaatan” dan dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

Maka Ilmuilah , bahwaSesungguhnya tidak ada Ilah yang Haq selain Allah dan mohonlah ampunan bagidosamu (QS. Muhammad : 19)

Syarah (Penjelasan) :

Tanya  : Siapakah Imam Bukhari ?

Jawab : Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh Al-Bukhory. Lahir di Bukhara tahun 194 H dan wafat tahun 256 H.

Tanya : Kenapa Syaikh membawakan perkataan Imam Bukhari ?

Jawab : Syaikh ingin menjelaskan bahwasanya Imam Bukhari berdalil dengan ayat ini atas wajibnya memulai dengan ilmu sebelum perkataan dan perbuatan. Dan ini dalil atsari yang menujukkan atas manusia yang pertama berilmu yang kedua beramal ”  (syarah ushulus tsalasah syaikh Ibnu Utsaimin, 27)

inilah yang bisa saya sampaikan pada pertemuan pertama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s