Apa Yang Tersisa Jika Sholat di Tinggalkan

tytytyBenar, apa yang tersisa jika sholat ditinggalkan, sebuah kewajiban  yang Allah wajibkan bagi kita. Bahkan merupakan kewajiban yang menjadi pondasi agama kita. Sebagaimana firman Allah Ta’aala :

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mereka menyembah Allah  dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat(Al Baiyyinah : 5)

dalam sebuah hadist dari ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam mengutus Muadz bin Jabal Radiyallahu ‘anhu ke negeri yaman, beliau bersabda kepadanya : “Dakwahkanlah kepada mereka (syahadat) persaksian bahwasanya tidak ada ilah yang hak kecuali Allah, dan saya utusan Allah, jika mereka mentaati yang demikian itu maka ajarkanlah kepada mereka bahwasannya Allah mewajibkan atas mereka sholat lima waktu sehari dalam semalam… (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar Radiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, bahwasanya Beliau bersabda ” Islam dibangun atas lima perkara : Syahadat (persaksian) tidak ada Ilah yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji dan shaum ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihatlah wahai saudaraku Alloh telah telah mewajibkan kita shalat lima waktu sehari semalam, bahkan merupakan kewajiban yang dibangun agama islam ini. lalu apa yang tersisa dari agama kita, kalau kita meninggalkan shalat. Tidak ada yang tersisa wahai saudaraku …. Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah : “Orang yang meninggalkan shalat secara sengaja kafir dengan kekafiran yang besar menurut pendapat yang benar dari kalangan ulama jika dia ,menyakini kewajibannya, maka jika dia mengingkari kewajibannya maka dia kafir menurut seluruh ahlu ilmi(Fatawa Syaikh Ibnu Baaz)

adapun dalil yang menunjukan kufurnya orang  yang meninggalkan  sholat adalah firman Allah :

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَلا تَكُونُوا مِنَ المُشْرِكِينَ

“Serta dirikanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang_orang yang mempersekutukan Alloh ” (QS. Ar-Rum : 31)

Berkata Al-Mawarzi rahimahulloh : ” Maka jelaslah bahwa alamat dari orang musyrik adalah meninggalkan sholat “ (Ta’dziimul Qadri as – Shalah, al Mawarzi, jilid 2 hal : 1005-1006)

Allah Ta’alaa berfirman dalam ayat lain:

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

” Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama “ (QS At-Taubah : 11)

Berkata Ibnul Qayyim rahimahulla: ” Dikaitkan persaudaraan mereka sesama orang beriman dengan  perbuatan shalat. Jika kalian tidak mendirikan sholat maka bukanlah kalian bersaudara sesama orang beriman. Bukan persaudaraan sesama orang beriman. berdasarkan firman Allah” :

إِنَّمَا المُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sesungguhnya orang-orang beriman adalah ber saudara” (QS. Al-Hujuurat : 11) . ( Kitab Sholat wa Hukmu Tarkiha Ibnul Qoyyim : 18)

Adapun dalil dari As-Sunnah sebagaimana dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda ” Sesungguhnya antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim)

Dari Abu Buraidah Radiyalallahu ‘anhu berkata, Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda ” Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat, barangsiapa yang meninggalkan shalat maka  telah kafir “ (HR. Imam Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah di Shahihkan Syaikh Al Bani di dalam Shohihul jami’)

Dari penjelasan diatas sangatlah jelas kufurnya orang yang meninggalkan sholat wajib dengan sengaja. Sekarang cobalah kita tengok bagaimana perkataan ulama tentang orang yang meninggalkan sholat. Berkata Imam Ahmad Bin Hambal : ” Orang yang meninggalkan Sholat kafir dengan kekafiran yang besar” ( Hukmu Tarkis Sholat, Syaikh Ibnu Ustaimin : 5)

Berkata Ibnul Qayyim: ” Sungguh telah kafir orang meninggalkan shalat sebagaimana yeng ditunjukkan Al-kitab dan as-Sunnah ” (Kitabus Shalah wa Hukmu Tarkiha Ibnul Qayyim : 15)

Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Ibnu Utsaimin : ” Kami mendapati didalam Al-kitab dan as-Sunnah keduanya menunjukkan atas kafirnya orang yang meninggalkam shalat” (Hukmu Taarikis Sholat , Syaikh Ibnu Utsaimin : 6)

Ketika engkau telah mengetahui hukum meninggalkan sholat, oleh karena itu jangan pernah engkau tinggalkan wahai saudaraku. ..

Selain kewajiban melaksakan shalat lima waktu, disana ada kewajiban lain yang berkaitan dengan sholat yaitu kewajiban melaksanakan dengan berjamaah bagi laki-laki di masjid yang disitu ditegakkan shalat berjama’ah. Sebagaimana Allah Ta’aala berfirman :

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat , tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’ (QS. Al –Baqarah : 43)

Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Ibnu Baaz : ” Ayat yang mulia ini merupakan nash (dalil) wajibnya sholat berjama’ah dan kebersamaan orang-orang yang sholat dalam sholat mereka.” (Wujub Adaais sholat fil jama’ah, Syaikh Ibnu Baaz)

 Adapun dalil dari As-sunnah, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Bersabda Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam : ” Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan sholat, maka aku perintahkan seseorang  untuk menjadi imam dan sholat bersama mereka. Kemudian aku perintahkan beberapa orang untuk membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut sholat berjama’ah dan aku bakar “. (HR. Bukhari-muslim )

Oleh karena itu, wahai saudaraku wajib bagi kita untuk mendirikan sholat lima waktu, dan wajib bagi laki-laki melakukannya secara berjama’ah di masjid yang ditegakkan didalamnya sholat berjama’ah.