Akankah Nikmat Aman Hilang dari Negeri ini

Sebuah fitrah manusia ketika seseorang menginginkan kebahagiaan, ketenangan dan keamanan. Aman adalah sebuah kenikmatan yang sangat agung yang Allah karuniakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْف

” Maka hendaklah mereka menyembah Rabb (pemilik) rumah ini (ka’bah). Yang  telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan “ ( Qs. Al Quraiys : 3,4 )

Berkata As Syaikh Al Allamah ‘Abdurrahman As Sa’di Rahimahullah : ” Maka Allah menjadikan kehidupan yang lapang, memberi rezeki dan  keamanan dari rasa takut termasuk kenikmatan duniawi yang paling besar yang mewajibkan untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala” (Taisir Al Karimurrahman, Syaikh As Sa’di pada ayat ini )

Wajib bagi kita untuk mensyukuri nikmat keamanan ini, dikarenakan dengan keamanan yang ada kita bisa menunaikan aktivitas kita sehari-hari baik aktivitas yang berkaitan dengan dunia ataupun ukhrawi.

Maka patut disyukuri ketika pemerintah menunaikan tugasnya dari melumpuhkan jaringan teroris Imam Samudra, Dr. Azhari, M. Noordien Top dan kelompoknya. Dikarenakan aksi terorisme adalah diantara yang dapat mengancam stabilitas keamanan bangsa ini, jika keamanan terganggu maka kitalah yang akan paling merasakan dampak jeleknya, susah untuk melaksanakan aktivitas  yang berkaitan dengan dunia ataupun ukhrawi.

Tapi perlu diwaspadai walaupun pemerintah telah berhasil melumpuhkan para gembong teroris di Asia dengan matinya Imam Samudra, Dr. Azhari dan M. Noordien Top, bahwa sebab – sebab munculnya aksi terorisme masih ada dan diantaranya adalah buah dari kesesatan pemikiran khawarij, sebuah kelompok sesat yang mempunyai ciri mengkafirkan pelaku dosa besar, menghalalkan darah kaum muslimin, membrontak pemerintah dan yang lainnya, maka tidak menutup kemungkinan aksi terorisme inipun muncul kembali dimasa yang akan datang, dikarenakan sebab – sebab yang menimbulkan aksi dari terorisme masih ada.

Mungkin ada yang  bertanya kenapa aksi mereka  dinamakan teroris, Maka kita katakan dikarenakan aksi mereka membuat rasa takut, teror dan mengancam kehormatan, darah dan nyawa manusia serta stabilitas keamanan daerah tertentu atau bahkan keamanan negara dengan sengaja membunuh kaum muslimin dan orang – orang kafir yang tidak boleh dibunuh dengan berbagai aksi peledakkan.

Sedangkan Allah Ta’ala berfirman

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

” Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya “ ( Qs. An Nisa’ : 93 )

Dan  Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda ” Setiap muslim atas muslim lainnya haram darah, harta dan kehormatannya ” (HR. Muslim dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu)

Begitu juga dalam hadist lain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda ” Barangsiapa yang membunuh Muaahadan (orang kafir yang ada perjanjian damai dengan kaum muslimin) tidak mencium bau harumnya surga, dan bau harumnya surga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan” (HR. Bukhari dari Ibnu Umar dan selainnya)

Adapun balasan bagi mereka adalah sebagaimana firman Allah Ta’ala

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلافٍ أَوْ يُنفَوْا مِنَ الأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

” Hukuman bagi orang – orang yang memerangi Allah dan Rasul Nya dan membuat kerusakkan dibumi, hanyalah dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka didunia dan diakhirat mereka mendapat adzab yang besar.” ( Qs. Al Maidah : 33 )

Berkata As Syaikh Al Allamah ‘Abdurrahman As Sa’di Rahimahullah : Orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul Nya, mereka adalah orang-orang yang menampakkan permusuhan, mereka adalah yang membuat kerusakkan dibumi dengan perbuatan kekufuran dan pembunuhan, mengambil harta dan menakuti – nakuti orang dijalan (perompak –pent) ” ( Taisir Al Karimurrahman, Syaikh As Sa’di, pada ayat ini)

Adapun yang menganggap aksi mereka sebagai jihad dan mengatakan mereka adalah seorang mujahid, jelas hal ini sangatlah keliru. Apa yang mereka lakukan sama sekali bukanlah jihad, tetapi aksi terorisme. Hal ini karena berapa pelanggaran yang mereka lakukan.

Yang pertama : Anggaplah apa yang mereka lakukan sebagai jihad menurut pemahaman sesat mereka, lalu kenapa mereka berjihad sebelum berdakwah kepada orang kafir yang akan diperangi. Padahal Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ketika memberi bendera kepada Ali Bin Abi Thalib Radiyaalallahu ‘Anhu untuk memimpin perang khaibar ” Berjalanlah dengan tenang sampai kepada tempat musuh kalian, kemudiaan ajaklah mereka kepada islam “ (HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl Bin Said Radiyalallahu ‘Anhu )

Berkata As Syaikh Al ‘Allamah Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : ” Faedah yang dapat diambil dari hadist ini adalah wajibnya berdakwah kepada Islam apalagi sebelum memerangi orang kafir “ (Al Mulakhos Syarh Kitab Tauhid Syaikh Al Allamah Shaleh Al Fuzan : 59 )

Yang Kedua : Membunuh kaum muslimin dengan sengaja

Tidak bisa dipungkiri bahwa tempat yang dijadikan aksi terorisme mereka, adalah tempat – tempat yang disana banyak kaum musliminnya, yang secara otomatis jika dilaksanakan aksi peledakan disana maka kemungkinan akan jatuh korban dari kaum muslimin dan hal ini diketahui oleh mereka. Padahal Allah Ta’ala berfirman

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمً

” Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya “ ( Qs. An Nisa’ : 93 )

Yang ketiga : Bahkan diantara mereka ada yang membunuh diri mereka sendiri dalam melaksanakan aksinya. Padahal Allah Ta’ala berfirman

وَلا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“ Dan janganlah kamu membunuh dirimu sungguh Allah maha penyayang kepadamu ”. ( QS. An-Nisa` : 29 )

Dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda : ” Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, maka kelak ia akan disiksa dengan sesuatu tersebut pada hari kiamat “. ( HR. Bukhari dan Muslim )

Yang Keempat : Mereka secara membabi buta membunuh orang-orang kafir tanpa membedakan antara yang boleh diperangi dan yang tidak boleh diperangi. Padahal Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda ” Barangsiapa yang membunuh Muaahadan (orang kafir yang ada perjanjian damai dengan kaum muslimin) tidak mencium bau harumnya surga, dan bau harumnya surga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan” (HR. Bukhari )

Adapun bagi mereka yang mengatakan atau mengidentikkan bahkan memaksakan kepada publik untuk menyakini bahwa islam adalah agama teroris atau para pelaku aksi teroris adalah orang – orang yang berpegang teguh kepada islam atau mengatakan jihad adalah aksi terorisme, maka kita katakan ucapan kalian yang mengindentikkan islam sebagai agama teroris adalah sebuah ucapan yang buruk dan sebuah kebatilan. Dan apa yang kalian ucapkan ini tidak terlepas dari tiga keadaan, keadaan yang pertama : orang yang bodoh dari ajaran islam atau keadaan yang kedua : orang yang tertipu dari informasi – informasi yang menyudutkan islam atau keadaan yang ketiga : adalah musuh – musuh islam.

Ketahuilah islam adalah agama yang hak dan rahmatan lil’alamiin (rahmat untuk semesta alam) Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الإِسْلامُ

“ Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam “ (Qs. Ali Imran : 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“ Barangsiapa mencari agama selain agama islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Qs. Ali Imran : 85 )

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَة لِلْعَالَمِينَ ً

“Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam “ (Qs. Al Anbiya : 107)

Islam juga mengajarkan untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Tidak boleh Membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain “ ( HR. Ibnu Majah, Daruqutni dan selainnya dari Abu Said Al Khudri dan dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani Rahimahullah) apakah masuk diakal orang yang mengatakan aksi teroris dengan menaruh bom dan mencelakakan orang bagian dari islam…!!! Sedangkan islam melarang kita untuk berbuat yang dapat membahayakan diri kita dan orang lain. Berfikirah wahai orang – orag yang berakal… !!!

Begitu juga islam mengajarkan untuk membunuh dengan cara yang baik, seperti membunuh tikus misalnya dengan tidak menyiksanya, islam juga mengajarkan menyembelih hewan dengan membaguskan cara menyembelihnya, seperti dengan pisau yang tajam, sebagai perbuatan baik kepada hewan sembelihan, sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist, dari Abu Ya’la Syaddaad Bin Aus Radiyallahu ‘Anhu bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada segala sesuatu, maka apabila kalian membunuh maka perbaguslah dalam membunuh dan apabila menyembelih perbaguslah dalam menyembelih dan tajamkanlah salah seorang dari kalian pisaunya “ (HR. Muslim)

Berkata As Syaikh Muhammad Shaleh Al Utsaimin Rahimahullah : Dianjurkan untuk berbuat baik kepada setiap sesuatu, dikarenakan Allah Ta’ala mewajibkan yang demikian yaitu mensyariatkannya dengan penekanan “ ( syarh hadist Arbain As Syaikh Muhammad Shaleh Al Utsaimin :207)

kalau islam mengajarkan untuk kita berbuat baik kepada setiap sesuatu termasuk kepada hewan lalu bagaimana tidak mengajarkan untuk berbuat baik kepada orang lain….!!! Maka apakah bisa dikatakan orang yang berakal orang mengatakan islam sebagai agama teroris…!!!

Islam juga mengajarkan untuk menyingkirkan gangguan dari jalan baik itu duri ataupun yang lebih kecil dari itu bahkan hal itu merupakan cerminan dari orang-orang beriman sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wasallam bersabda : ” Iman  adalah 73 sampai 79 cabang, yang paling tinggi adalah perkataan Laa ilaha Illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan ganguan dari jalan dan malu adalah bagian dari iman “ (HR. Bukhari dan Muslim dari  Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu) Apakah masuk diakal kalau gangguan dijalan saja kita diperitahkan untuk menyingkirkannya bahkan cerminan dari orang yang beriman, lalu ada orang yang mengatakan islam identik dengan teroris atau orang yang melakukan aksi teroris adalah orang-orang yang istiqamah terhadap agamanyanya….!!!

Adapun jihad adalah syariat islam yang sangat agung bahkan puncak dari ajaran islam. sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

وَجَاهِدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ المُسْلِمينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Hajj: 78).

Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: ” Pokok perkara adalah islam, dan tiangnya adalah shalat dan puncak tertingginya adalah jihad “ (HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi dengan sanad hasan, dihasankan oleh Syaikh Al Al Bani Rahimahullah )

Perlu diketahui bahwa jihad melawan orang kafir didalam islam dibagi dua, Yang pertama : Jihad difa’ (defensif, membela diri) ketika ummat Islam diserang oleh musuh maka kewajiban mereka untuk membela diri tanpa ada syarat-syarat jihad yang harus dipenuhi.

Yang kedua : Jihad thalab (ofensif, memulai penyerangan lebih dulu). Dalam jihad ada syarat – syarat yang harus dipenuhi.  Yaitu Syarat Pertama: Jihad tersebut dipimpin oleh seorang kepala negara. Syarat Kedua: Jihad tersebut harus didukung dengan kekuatan yang cukup untuk menghadapi musuh sehingga apabila kaum muslimin belum memiliki kekuatan yang cukup dalam menghadapi musuh, maka gugurlah kewajiban tersebut dan yang tersisa hanyalah kewajiban untuk mempersiapkan kekuatan. Syarat Ketiga: Jihad tersebut dilakukan oleh kaum Muslimin yang memiliki wilayah kekuasaan.

Maka jelaslah bagi orang yang berakal dari penjelasan diatas, bathilnya perkataan orang yang mengatakan atau mengesankan islam sebagai agama teroris atau orang yang berpegang teguh terhadap agamanya adalah orang-orang yang melakukan aksi pemboman, atau mengesankan bahwa jihad syar’i adalah aksi terorisme, bahkan sebagian orang yang mengatakan islam indentik dengan teroris atau mengatakan islam agama teroris adalah para teroris sejati, contohnya amerika dan negara – negara yang membantu dalam pembantaian, penindasan peneroran dan pembombardiran disebagian negara kaum muslimin bukankah itu tindakan terorisme, Bukankan amerika melakukan tindakan terorisme terhadap sebagian Negara kaum muslimin, begitu juga negara yahudi melakukan tindakan terorisme terhadap palestina dari pembantaian dan bombardir yang dilakukan oleh kedua Negara itu, itulah mereka para teroris, teroris teriak teroris. semoga Allah menghancurkan negara amerika, yahudi dan siapa saja yang menginginkan kejelekkan terhadap negara kaum muslimin. Oleh karena itu sangat disayangkan dari sebagian orang yang menyakiti orang – orang berusaha mengamalkan agamanya seperti memelihara jenggot dan berpakaian tidak isbal, dengan mencemoohnya hanya sekedar kebetulan sebagian yang melakukan tindakan peledakkan melaksanakan syariat memelihara jenggot atau berpakaian tidak isbal, bahkan yang  lebih parah lagi dengan memperolok – olok syariat memelihara jenggot, berpakaian tidak isbal dan yang lainnya. Padahal hal itu semua adalah syariat islam. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda tentang pensyariatan memelihara jenggot serta berpakaiaan tidak isbal (berpakaian diatas mata kaki)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda Bagian kain sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Bukhari, dari Abu Hurairah Radiyalallahu ‘Anhu ).

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata, “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong kumis dan membiarkan jenggot.” (HR. Muslim )

Maka sangat berbahaya bagi orang – orang yang menjadikan syiar-syiar islam sebagai bahan olok-olokan, oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ

تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُم

” Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, ” sesungguhnya kami hanya bersendaugurau dan bermain-main saja. Katakanlah, mengapa kepada Allah, dan ayat-ayatNya serta Rasul Nya kamu selalu berolok-olok ? Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman.” ( Qs. At Taubah : 65-66 )

Berkata As Syaikh Al Allamah Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin Rahimahullah ” Dapat diambil faedah dari dua ayat ini bahwasannya orang yang memperolok-olok Allah telah melakukan kekufuran ” berdasarkan firman Allah

لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُم

” Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman” ( Al Qaulul Mufiid ‘Ala Kitaabut Tasuhid Syaikh Al Allamah Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin : hal 272, jilid 2 )

Berkata As Syaikh Al Allamah Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : ” Bahwa istija’ (mengolok-ngolok) dengan Allah, ayat-ayat Nya dan Rasul Nya merupakan kekafiran yang menghilangkan tauhid “ (Al Mulakhos Syarah Kitab Tauhid, Syaikh Shaleh Al Fauzan : 349 )

Dan diantara perkara yang lain yang dapat mengganggu keamanan Negara adalah pembrontakan yang dilakukan kepada pemerintah kaum muslimin. Jelas hal ini perbuatan yang menyelisihi syariat islam, dikarenakan Allah Ta’ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ

” Wahai orang –orang yang beriman taatilah Allah dan Rasul dan ulil amri (pemegang kekuasaan –pent ) diantara kamu “ (Qs. An Nisa’ : 59)

Berkata Imam Ibnu Katsir Rahimahullah : ” Dan yang dzahir (yang nampak) wa’allahu ‘alam bahwa ayat ini umum untuk setiap ulul amri dari para pemimpin dan ulama ” ( Silahkan lihat Tafsir Ibnu Katsir pada ayat ini )

Rasulullah bersabda : ” Untuk setiap muslim agar mendengar dan taat (kepada pemerintah-pent) terhadap perkara yang disukai dan yang tidak disukai kecuali jika diperintah untuk bermaksiat, jika diperintah untuk berbuat maksiat maka jangan didengar dan jangan ditaati ” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah Bin Umar Radiyallahu ‘Anhu)

Dan jangan dipahami dari hadist ini bahwasanya kita tidak taat secara mutlak, bahkan wajib bagi kita untuk taat kepada pemerintah secara mutlak kecuali jika diperintah untuk berbuat maksiat. Pembrontakan kepada pemerintah kaum muslimin sebuah perbuatan yang sangat berbahaya yang berdampak jelek bagi keamanan negeri ini, maka dari itu wajib bagi kita untuk mentaati Allah dan mentaati Rasul Nya serta mentaati pemerintah kaum muslimin selama bukan disuruh berbuat maksiat.  Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada ketaatan ( kepada makhluk) di dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan hanya di dalam sesuatu yang ma’ruf ( dibolehkan oleh agama ) ( HR . Bukhari dan Muslim ) .

Dan diantara perkara yang lainnya yang dapat mengancam keamanan sebuah negeri adalah perbuatan maksiat, perbuatan maksiat adalah perbuatan yang dapat membahayakan pribadi dan mujtama’ (komunitas masyarakat). Perbuatan maksiat seperti kesyirikan, pembunuhan, perzinahan, minuman keras, perjudian dan perbuatan maksiat lainnya sangat berbahaya dan dapat mengancam kebahagian dan keamanan seseorang dan mujtama’ (komunitas masyarakat disebuah negeri) sebagaimana Allah Ta’ala berfirman

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

” Telah tampak kerusakkan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar) ” (Qs. Ar Rum : 41 )

Berkata Imam Ibnu Katsir Rahimahullah : ” Kerusakan didaratan berupa pembunuhan anak keturunan Adam dan kerusakan dilaut berupa pembajakkan kapal laut ” (Tafsir Ibnu Katsir pada ayat ini)

Inilah balasan yang Allah perlihatkan kepada manusia akibat perbuatan maksiat yang mereka lakukan, berupa kerusakan di daratan dan dilaut, rasa aman yang mulai hilang dan hidup yang jauh dari  kebahagian, ketenangan dan keamanan disebabkan perbuatan maksiat kita. Allah Ta’ala berfirman

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

” Kebajikan apapun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah, dan keburukan apapun yang menimpamu, itu  dari (kesalahan) dirimu sendiri “ (Qs. An Nisa’ : 79 )

Berkata Qatadah Rahimahullah pada ayat فَمِنْ نَفْسِكَ (itu dari kesalahmu sendiri –pent): Hukuman bagimu wahai anak keturunan adam dikarenakan dosamu “ (Tafsir Ibnu Katsir Rahimahullah pada ayat ini)

Oleh karena itu wajib bagi kita untuk bertaubat kepada Allah terhadap dosa yang kita lakukan jika kita ingin beruntung dan bahagia hidup didunia dan diakhirat.

وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَا المُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

” Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung “ ( Qs. An Nuur : 31 )

Inilah diantara perbuatan – perbuatan yang dapat mengancam keamanan seseorang dan mujtama’ (komunitas masyarakat disebuah negeri), dari aksi terorisme, pembrontakan kepada pemerintah kaum muslimin dan perbuatan maksiat. Semoga Allah menjaga negeri ini dan semoga Allah memberi taufiq kepada pemerintah terhadap apa – apa yang diridhai Nya.

 ditulis oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al Jakarty

2 comments on “Akankah Nikmat Aman Hilang dari Negeri ini

  1. Ibnu Zulkiflli mengatakan:

    Sikap Syaikh Yahya bin Ali terkait makar rafidhah terhadap pemerintah negeri Yaman dan Kabilah al-adi’iy kunjungi : http://my.opera.com/infodammaj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s