Afwan Baru Sempat Menampilkan Jawaban Pertanyaan Pada Tulisan “Ada Hadiah Untukmu”

Pertanyaan

1. Jelaskan dan sebutkan perincian hukum tentang menyembelih  untuk selain Allah jika ditinjau dari  tasmiyah (penyebutan nama ketika menyembelih) dan al-qasdu (tujuan ketika menyembelih)…?

2. Sebutkan dua kelompok yang keluar dari pengertian islam “Berserah diri kepada Allah dengan Mentauhidkan-Nya”..?

3. Sebutkan rincian  hukum berdoa kepada selain Allah…?

Jawaban untuk pertanyaan pertama

Pertama : Di tinjau dari tasmiyah (penyebutan nama ketika menyembelih)

1. Menyembelih dengan menyebut nama Allah, dengan inilah sesembelihan menjadi halal. Tantang hal ini Allah Ta’aala berfirman

فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ

 “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatNya.” (Qs. Al An’am : 118)

2. Menyembelih dengan menyebut nama selain Allah, hal ini merupakan perbuatan syirik dan sesembelihannya haram tidak boleh dimakan.

Allah Ta’aala berfirman

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ المَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللهِ

 “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.” (Qs. Al-Baqarah : 173)

3. Menyembelih hewan dengan tidak menyebut nama siapapun, hal ini ada dua kondisi

  • Dilakukan dengan sengaja, maka orangnya berdosa dan sesembelihannya haram.
  • Dilakukan karena lupa maka orangnya tidak berdosa berdasarkan ayat

لا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Ya Rabb Kami, janganlah Engkau hukum kami jika Kami lupa atau kami tersalah.” (Qs. Al-Baqarah :286)

 Adapun tentang daging sesembelihanyya para ulama berselisih pendapat sebagain ulama menghalalkanya untuk dimakan sebagainnya lagi mengharamkannya.

Kedua : Ditinjau dari al-qasd (tujuan) untuk siapa disembelih

  1. Ditujukan untuk beribadah bertaqaraub kepada Allah, maka hal ini adalah sebuah ibadah yang sangat agung.
  2. Ditujukan untuk bertaqarub kepada selain Allah, seperti kepada kuburan, kepada jin atau yang lainnya. Hal ini merupakan perbutaan kesyrikkan karena memalingkan ibadah kepada selain Allah.

Kesimpunnya sesembelihan jika ditinjau dari tasmiyyah dan al-qasdhu

  1. Menyembelih dengan menyebut nama Allah dan untuk Allah, dalam rangka beribadah kepada-Nya. Ini adalah tauhid
  2. Menyembelih hewan dengan menyebut nama Allah untuk selain Allah, dalam rangka bertaqarub kepada selain Allah. Hal ini merupakan kesyirikkan dalam ibadah.
  3. Menyembelih hewan dengan menyebut nama selain Allah dan diperuntukan untuk selain Allah. Hal ini hukumnya syirik di dalam i’stianah (permohonan pertolongan) dan juga syirik dalam ibadah
  4. Menyembelih hewan dengan menyebut nama selain Allah dan diperuntukkan untuk Allah. Hal ini syirik dalam isti’anah. (Silahkan lihat kitab At-Tamhiid Li Syarhi Kitabit Tauhiid, Syaikh Shalih Abdul Aziz Alu Syaikh: 139)

Jawaban untuk pertanyaan kedua

Dua kelompok/golongan orang yang keluar dari pengertian islam (berserah diri kepeda Allah dengan mentauhidkan-Nya) yaitu :

  1. Seseorang yang berserah diri kepada Allah dan juga berserah diri kepada selain Allah. Mereka inilah orang musyrik.
  2. Seseorang yang tidak berserah diri kepada Allah dan juga tidak berserah diri kepada selain Allah. Mereka adalah orang mustakbir (sombong) seperti Fir’aun pada zaman dulu dan atheits pada zaman skarang.

(Kitab Tadmuriyah Ibnu Taimiyah : 169 dan Duruus  Fi Syarh An-Nawaqidil Islam, Syaikh Shalih Al-Fauzan : 10)

Jawaban untuk pertanyaan ketiga

Hukum berdoa kepada selain Allah

Doa dibagi menjadi dua macam :

1. Doa Ibadah seperti shalat, shaum, haji dan lain-lain jika dipalingkan untuk selain Allah maka mutlaq hal ini merupakan keyirikan yang besar yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

2. Doa mas’alah (doa yang seseorang meminta dengan lisannya dari perkara yang bermanfaat atau agar terhindar dari perkara yang mudharat). Tentang macam yang kedua ini ada periciannya :

  • Jika dipalingkan untuk selain Allah dengan memenuhi tiga syarat 1. Meminta kepada orang yang hidup 2. Hadir dihadapannya atau menduduki keududukan hadir  (meminta dengan telpon misalnya) 3. meminta dalam perkara-perkara yang selain Allah di beri kemampuan untuk melakukannya. Dengan melihat hal itu hanya sebagai sebab semata dan semuanya ada ditangan Allah. Maka yang seperti ini hukumnya boleh. Seperti seseorang meminta kepada orang yang hidup, hadir dihadapannya untuk membantu membawakan barangnya.
  • Jika tidak terpenuhi salah satu dari ke tiga syaratnya maka merupakan kesyirikkan. Seperti meminta kepada orang mati maka merupakan perbuatan syirik akbar (yang besar), atau dipalingkan kepada orang ghaib (yang tidak hadir dihadapannya) maka hal inipun merupakan kesyirikkan yang besar atau meminta dalam perkara-perkara yang selain Allah tidak mampu maka hal inipun kesyirikan akbar (besar) yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

 Ada beberapa ikhwah yang benar menjawab pertanyaan pertama dan ketiga namun belum sempurna menjawab pertanyaan ke dua. Jazakumullahu khoir

2 comments on “Afwan Baru Sempat Menampilkan Jawaban Pertanyaan Pada Tulisan “Ada Hadiah Untukmu”

  1. baharudinwahida mengatakan:

    Assalamu’alaikum, ustadz mau koreksi ketikan…
    kalimat :
    3. Menyembelih hewan dengan tidak menyembelih nama siapapun, hal ini ada dua kondisi….”tidak menyembelih nama siapapun ” mungkin salah ketik??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s