Afwan Ada Sedikit Ralat

bukuAfwan ada sedikit ralat pada tlisan ana yang berjudul “Untukmu yang Bertanya tentang tatacara wudhu yang benar”

tertulis pada artikel dengan judul diatas

Sunnah – sunnah wudhu

Sunnah-sunnah wudhu yaitu siwak, mencuci kedua telapak tangan pada permulaan wudhu, mendahulukan anggota bagian kanan, membasuh jenggot, membasuh tiga kali-tiga kali kecuali membasuh kepala hanya dengan satu kali usapan, disunnahkan berwudhu setiap kali shalat, berdoa setelah berwudhu, shalat dua raka’at setelah berwudhu. Wallahu a’lam bish shawwab.

menjadi

Sunnah – sunnah wudhu

Sunnah-sunnah wudhu yaitu siwak, mencuci kedua telapak tangan pada permulaan wudhu, mendahulukan anggota bagian kanan, menyela-nyela jenggot, membasuh tiga kali-tiga kali kecuali membasuh kepala hanya dengan satu kali usapan, disunnahkan berwudhu setiap kali shalat, berdoa setelah berwudhu, shalat dua raka’at setelah berwudhu. Wallahu a’lam bish shawwab.

lihat tulisan yang dicetak tebal

demikian ralat kami, diharapkan blog yang mengcopy paste tulisan kami untuk membenarkan dengan apa yang sudah diralat. jazakumullahuk khair.

Hukum Membaca Basmalah Ketika Berwudhu dan Bagaimana Hukumnya Kalau dia Berwudhu di Toilet?.

air-wudhuPara ulama berselisih pendapat tentang membaca Basmalah  ketika berwudhu,

Pendapat pertama: Hukumnya sunnah, ini pendapatnya jumhur (mayoritas ulama). Mereka berdalil, bahwa hadits

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوءَ لَهُ وَلاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ

“Tidak ada shalat (tidak sah) orang yang shalat tanpa berwudhu dan tidak ada wudhu (tidak sah) wudhunya seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. Abu Dawud no. 101, Ibnu Majjah no. 397, dan at-Tirmidzi no. 25 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani di Irwa’ no. 81 dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) Baca lebih lanjut

Bagaimana Membasuh Wajah yang berjenggot tebal dan bagaimana yang berjenggot tipis?

Air WudhuWajah atau muka adalah termasuk bagian yang dibasuh ketika seseorang berwudhu. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’aala :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al-Maidah : 6) Baca lebih lanjut

Penjelasan Ringkas Seputar Shalat Ied (Idul Fitri dan Idul Adha)

shalat-ied-ditanah-lapang-Shalat ied adalah sebuah ibadah yang sangat agung diantara syiar islam. Sebuah ibadah yang pengsyariatannya telah tsabit (tetap) dari Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma.

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

 “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah (Qs. Al-Kautsar : 2)

Masyhur tentang tafsir ayat ini adalah shalat ied. Baca lebih lanjut

Untukmu Yang Bertanya Tentang Tatacara Wudhu Yang Benar

wudhuMengetahui bagaimana tatacara wudhu yang benar adalah perkara yang sangat penting dikarenakan wudhu adalah ibadah yang sangat agung dan merupakan syarat sah ibadah shalat seseorang. Di samping itu wudhu mempunyai keutamaan yang sangat banyak dan itu dicapai dengan niat yang ikhlas dan berwudhu yang benar.

TATACARA WUDHU

Pembahasan Pertama: Pengertian Wudhu

استعمال الماء في الأعضاء الأربعة -وهي الوجه واليدان والرأس والرجلان- على صفة مخصوصة في الشرع، على وجه التعبد لله تعالى

Menggunakan air pada anggota tubuh yang empat – wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki- menurut sifat (tatacara –ed) tertentu dalam syar’i dalam rangka beribadah kepada Allah Ta’aala. (Al-Fiqh al-Muyasar, hlm 33) Baca lebih lanjut

Perbedaan Darah haid, nifas dan darah istihadah?

Haidh adalah darah yang sudah dikenal dikalangan wanita dan tidak ada batasan minimal dan maksimalnya dalam syara’ (syariat kita). Ketentuannya kembali kepada kebiasaan masing-masing orang.

Adapun nifas adalah darah yang keluar karena melahirkan,  dan ada batas maksimalnya yaitu empat puluh hari. Jika berhenti sebelum empat puluh hari maka wajib baginya untuk mandi dan melaksanakan shalat.

Adapun darah istihadhah (penyakit) : Darah yang keluar diluar waktu haidh dan nifas atau bersambung setelah haidh dan nifas. Maka wajib bagi seseorang yang mengalaminya untuk tetap melaksanakan shalat, puasa pada bulan Ramadhan dan boleh baginya melakukan hubungan suami istri.

Konsekuensi hukum masing-masing darah:

1.      Dari sisi najis dan tidaknya

  • Darah haid dan nifas hukumnya najis menurut kesepakatan para ulama.
  • Adapun darah istihadah tidak najis.

2.      Dari sisi kewajiban shalat, shaum (puasa) Ramadhan dan tidaknya

  • Wanita yang sedang haid dan nifas tidak boleh sholat, puasa dan melakukan hubungan suami istri. Tidak ada qada’ dalam shalat dan wajib baginya menqada shaum (puasa) Ramadhan sebanyak puasa yang ia tinggalkan.
  • Adapun wanita yang mengalami istihadah maka tetap wajib baginya shalat, puasa dan boleh melakukan hubungan suami  istri. Wajib baginya berwudhu setiap kali mau shalat (ketika sudah masuk waktu shalat). Baca lebih lanjut

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Khulu’

khulu'Pembahasan Pertama : Pengertian Khulu’

Khulu’ adalah sebagaiamana yang dijelaskan oleh asy-Syaikh Al Alaamah Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : ”Perpisahan seorang suami dengan isterinya dengan lafadz tertentu, dinamakan seperti itu, dikarenakan seorang isteri sendirilah yang meminta untuk pisah (lepas) dari suaminya, sebagaimana lepasnya pakaian dikarenakan setiap suami isteri adalah pakaian satu sama lainnya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

”Mereka itu adalah pakaian bagimu dan kamupun pakaian  bagi mereka” (Qs. Al Baqarah : 187) (Al Mulakhos Al Fiqhi, Jilid 2 Hal : 319) Baca lebih lanjut