Sebenarnya penjelasan tentang pertanyaan radio rodja sudah dijelaskan oleh ustadz-ustadz kita diantaranya oleh Ustadz Muhammad Umar As-Sewwed, Ustadz Luqman Ba’abduh, Ustadz Usamah Mahri, Ustadz Afifudin dan yang lainnya yang dengan mudah kita bisa mendengarkan via internet Alhamdulillah. Dan jawaban mereka cukup insya Allah bagi yang ingin mengetahui tentang radio rodja. Namun berhubung pertanyaan ini masih terdengar ditanyakan oleh sebagian ikhwah kepada Asatidzah oleh karena itulah pada kesempatan ini saya yang ingin mengatakan bagi orang yang bertanya tentang radio rodja bahwa cukup bagi kita untuk mendengarkan kajian, muhadhoroh ustadz-ustadz kita. Apa yang ada dari ilmu, faedah, pembahasan yang dibahas oleh pengisi radio rodja ada pada ustadz-ustdaz kita dan apa yang ada pada ustadz-ustadz kita tidak ada pada para pengisi rodja (dan itu semua karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang Allah kehendaki). Apa yang ada pada ustadz-ustadz kita dan tidak ada pada para pengisi Rodja di antaranya adalah apa yang saya akan sebutkan di bawah ini :
1. Ustadz-ustadz kita Alhamdulillah sangat menjaga pergaulan mereka, mereka tidak bergaul dengan ahlu bid’ah, hizbiyyin, orang-orang menyimpang, yayasan hizbi atau satu organisasi dan satu wadah dengannya. Dan seperti inilah manhaj yang haq manhaj ahlus sunnah. Mari kita simak perkataan a’imah salaf (para Imam Salaf) yang dai-dai rodja mengaku mengikuti mereka..! Tetapi praktek dan amalannya menyelisihi bahkan bertolak belakang dengan pengakuannya.
Berkata Abu Qilabah Rahimahullah :
لا تجالسوا أهل الأهواء ، ولا تجادلوهم ، فإني لا آمن أن يغمسوكم في الضلالة ، أو يلبسوا عليكم في الدين بعض ما لبس عليهم
“Janganlah kalian duduk bersama ahlu ahwa’ (ahlu bid’ah –ed) dan janganlah mendebat mereka dikarenakan sesungguhnya aku tidak merasa aman mereka menjerumuskan (menenggelamkan) kesesatan kepada kalian atau menyamarkan (merancukan –ed) kepada kalian perkara agama, sebagian perkara agama yang mereka samarkan.” (Asyari’ah Al-Ajuri : 56 – Al Ibnah Ibnu Bathah : 2/437)
قال إسماعيل بن خارجة يحدث قال : دخل رجلان على محمد بن سيرين من أهل الأهواء ، فقالا : يا أبا بكر نحدثك بحديث ؟ قال : لا قالا : فنقرأ عليك آية من كتاب الله عز وجل ؟ قال : لا ، لتقومن عني أو لأقومن
Ismail bin Khorijah menceritakan, beliau berkata : “Dua orang dari ahlu ahwa’ (ahlu bid’ah) masuk menemui Muhammad bin Siriin mereka berdua berkata : ‘Wahai Abu Bakar, kami akan menyampaikan satu hadits kepadamu?’ Berkata (Ibnu Siriin) : ‘Tidak.’ Berkata lagi dua orang tersebut : ‘Kami akan membacakan satu ayat kepadamu dari Kitabullah (al-Qur’an) Azza Wajjala?’ Berkata (Ibnu Siriin) : ‘Tidak. Kalian pergi dariku atau aku yang pergi.’” (Asyari’ah Al-Ajuri : 57 – Al Ibanah Ibnu Bathah : 2/446)
Berkata Imam Al Barbahari Rahimahullah:
فاحذر ثم احذر أهل زمانك خاصة وانظر من تجالس وممن تسمع ومن تصحب فإن الخلق كأنهم في ردة إلا من عصم الله منهم
“Berhati-hatilah dan berhati-hatilah kepada orang-orang yang hidup sezaman denganmu secara khusus, dan lihatlah siapa teman dudukmu, dan dari siapa engkau mendengar dan dengan siapa engkau berteman, dikarenakan manusia hampir saja menjadi murtad dari agamanya karena sebab teman bergaulnya kecuali orang yang Allah jaga.” (Syarh Sunnah Lilbarbahari)
Adapun dai-dai rodja maka mereka bergaul, berteman, bermuamalah dengan yayasan hizbi, ahlu bid’ah, dan orang-orang yang menyimpang. Seperti Abu Qatadah, Zaenal Abidin LC, Khalid Syamhudi LC dan yang lainnya yang menjadi da’i dan pengisi Yayasan Hizbi Al-Sofwa Lenteng Agung Jakarta, lihat juga bagaimana kelakuan Abu Qatadah yang mengisi bareng, duduk berdampingan satu meja dengan Hartono Ahmad Jaiz, Amin Jamaludin di DDII dengan Tema : “Aliran dan Paham Sesat di Indonesia” yang ketika itu ana masih ingat (ketika masih ngaji dengan mereka) Amin Jamaludin berbicara membolehkan demonstrasi pada majelis tersebut. Begitu juga Abu Qatadah merekrut ustadz yang pernah belajar di Abul Hasan Al-Misri yang para ulama telah memvonisnya sebagai hizbi, mubtadi’ dan ustadz tersebut belum bertaubat darinya dan belum lama ini pun (belum ada satu tahun) Abu Qatadah menerima orang yang baru pulang setelah belajar 7 tahun di Markaznya Abul Hasan Al Misri di Yaman diterima dan disambut untuk mengajar di pondoknya sampai sekarang. Di samping itu Abu Qatadah menyalurkan dana ihyaut turats kepada pondok yang bermanhaj khawarij, Pondok Al-Muaddib Cilacap yang di pimpin oleh mertuanya seorang teroris bernama Nurdin M. Top yang bernama Baridin. Begitu juga Yazid Jawwas dan kawan-kawannya berkerja sama dengan salah seorang pembesar ikhwani DR. Hidayat Nurwahid, sama seorang hizbi Farid Okbah, sama sesepuh sururi dan orang yang ditokohkan oleh HASMI (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islam) Taufiq Shalih Al Katsiri dalam muraja’ah tafsir ibnu katsir jilid 1 Pustaka Imam Syafi’i. Tak ketinggalan Abdul Hakim bin Amir Abdat di antara penyimpanggnya dia mengisi satu majelis dengan pembesar atau seseorang yang di Syaikhkan dari ihyaut turats Kuwait di Malaysia. Dan contoh-contoh lainnya yang sangat banyak yang hal ini merupakan manhaj da’i-da’i rodja sepanjang yang saya ketahui. Dan apa yang mereka lakukan bukanlah sekedar kesalahan “manusiawi“ (seperti lupa, atau tidak tahu itu seorang hizbi, atau seorang yang menyimpang, ahlu bid’ah atau diundang ngisi tanpa tahu ada pembicara selain dirinya ternyata ada pembicara lain dari kalangan orang-orang yang menyimpang atau ahlu bid’ah atau kesalahan yang mereka telah ruju’ darinya dan lain-lain) tidak, tetapi yang saya sebutkan ini adalah manhaj mereka. Mereka tahu penyimpangan Ihyaut Turats, Al-Sofwa, DDII, Al-Irsyad, L-Data, Taruna Al-Qur’an, Abdurrahman Abdul Khaliq, Abul Hasan Al-Misri, Thariq Suwaidan, Hidayat Nurwahid, Amin Jamaluddin, Taufiq Shalih Al-Katsiri, Yusuf Utsman Ba’isa dan yang lainnya tetapi mereka tetap bermuamalah dengan mereka bahkan membela sebagian mereka.Wallahu musta’an.
2. Alhamdulillah ustadz-ustadz kita, sikap mereka tegas dengan ahlu bid’ah apalagi sama tokoh dan para pembesarnya, hal ini bisa kita lihat dan dengarkan dalam ceramah-ceramah mereka dalam muhadhoroh-muhadhoroh mereka yang tak jarang memberi peringatan kepada ummat dari bahaya ahlu bid’ah. Hal ini yang tidak ada pada mereka (ustadz-ustadz rodja), secara umum pengisi radio rodja -sebatas yang ana tahu- plintat plintut dalam menyikapi sebagian ahlu bid’ah, tidak membantahnya atau diam atas penyimpangan mereka, seperti tidak membantah atau diam atas penyimpangan Abdurrahman Abdul Khaliq, Abul Hasan Al Misri dan yang lainya sebagaimana diamnya Firanda MA, Abdullah Taslim MA dan selainnya atas kesesatan dan penyimpangan Abdurrahman Abdul Khaliq dan Yayasan Ihyaut Turats yang mereka berdua mengaku mengetahui dan mempunyai bukti-bukti kesesatan Abdurrahman Abdul Khaliq dan penyimpangan yang ada di tubuh Ihyaut Turats. Bahkan salah seorang dari pembicara rutin radio rodja yaitu Ali Subana malah memuji seorang ahlu bid’ah dan bahkan pembesar ahlu bid’ah pada zaman ini yaitu DR. Yusuf Al-Qardhawi. Sebagaimana hal ini diceritakan oleh salah seorang ikhwan (Abu Aisyah) yang dulu pernah tinggal bersama keluarganya di Qatar dan dia ikut majelisnya Ali Subana di sana. Suatu ketika Ali Subana pernah ditanya tentang Yusuf Qardhawi dengan pertanyaan, ‘Siapakah Yusuf Qardhawi?’ Kata seorang penanya yang ikut di majelisnya di Qatar, lalu Ali Subana menjawab, “Yusuf Qardhawi termasuk ulama pada abad ini.” Lalu ikhwan kita ini berkata ketika menceritakannya kepada saya : “Ana mendengar sendiri dengan telinga ana bahwa Ali Subana menjawab seperti itu.”
Atau cerita salah seorang ikhwan dari Jakarta yang baru saja mengenal ta’lim satu sampai dua tahun yang pernah bertanya kepada ana tentang radio rodja, lalu ana jelaskan tentang pemateri di radio Rodja sampai tentang Ali Subana yang memuji Yusuf Qardhawi lalu ia pun berkata: “Ia.., ana pernah dengar di radio rodja Ali Subana menukilkan perkataan Yusuf Qardhawi ana pun kaget setahu ana Yusuf Qardhawi sesat.”
Insya Allah kita semua tahu siapa DR. Yusuf Qardhawi, seorang tokoh dan pembesar ikhwanul muslimin, seorang tokoh sesat yang sangat terkenal yang sangat jelas kesesatannya, kalau yang seperti ini saja masih direkomendasi sama salah seorang dari pembicara radio Rodja lalu bagaimana dengan tokoh sesat dan menyimpang lainnya..?! Di antaranya seperti Ali Hasan bin Abdul Hamid dan Salim bin Ied Al-Hilali jelas lebih mereka rekomendasi dan bela walaupun para ulama telah menjarhnya dan sebagian telah mentabdi’nya.
3. Alhamdulillah ustadz-ustadz kita tidak ada yang mengambil dana dari yayasan hizbi penyebar manhaj khawarij Ihyaut Turats bahkan ustadz-ustadz kita memperingatkan dari bahaya bermuamalah dengan Ihyaut Turats dan bahaya pendirinya yaitu Abdurrahman Abdul Khaliq adapun sebagian mereka mengambil bahkan menjadi gembong dan kaki tangan dari yayasan hizbi Ihyaut Thurats seperti Abu Qatadah dan Abu Nida LC. Dan lihat juga kelakuan salah satu pembicara radio rodja yang bernama Firanda MA. yang membela mati-matian yayasan hizbi Ihyaut Turats, padahal dalam banyak kesempatan dia dan Abdullah Taslim MA. mengakui bahwasanya dia mengetahui penyimpangan Ihyaut Turats dan mempunyai data-data penyimpangannya, sekarang kita tanyakan kepada mereka Firanda dan Abdullah Taslim yang keduanya menjadi pembicara radio rodja, “Mana bantahan kalian terhadap Abdurahman Abdul Khaliq atau Ihyaut Turats atau Al Sofwa dalam ceramah, muhadoroh, dan tulisan-tulisan kalian..?! Bukankah kalian mengetahui penyimpangan Ihyaut Turats, Abdurahaman Abdul Khaliq sebagaimana pengakuan kalian sendiri, lalu mana pengamalanmu pada hadits ini wahai Firanda..?! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, maka apabila tidak bisa ubahlah dengan lisannya, maka apabila tidak bisa maka dengan hatinya yang demikian selemah-lemah iman” (HR. Muslim dari Abu Sa’id Al Khudry)
Justru kalian malah membantah orang yang membantah ihyaut turats dan Abdurhaman Abdul Khaliq. Katanya kalian tahu tentang penyimpangan Abdurahman Abdul Khaliq dan ihyaut turats, lalu kenapa tidak membantah, menjelaskan penyimpangan orang yang melakukan penyimpangan (Abdurrahaman Abdul Khaliq) supaya ummat secara sebab selamat dari bahaya penyimpangan mereka, kok malah membantah orang yang membantah penyimpangan Abdurahman Abdul Khaliq dan Ihyaut Turats. Kemana akal sehatmu wahai Firanda..!
4. Ustadz-ustdaz kita Alhamdulillah menjaga pakaiannya dan adab-adabnya dengan memakai sarung atau jubah di kesehariannya, adapun sebagian mereka (pengisi) radio rodja tidak sedikit yang memakai banthalun, atau bahkan celana yang agak ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh mereka (maaf –pantat mereka-) bahkan ketika shalat dan ta’lim. Saya punya pengalaman buruk ketika masih ikut ta’lim dengan salah satu pengisi radio rodja tentang celana banthalun, yang saya malu untuk menceritakannya di sini. Wallahu musta’an
Inilah sedikit penjelasan dari saya untuk saudaraku yang bertanya tentang radio rodja yaitu untuk mencukupkan dengan mendengar kajian ustadz-ustadz kita karena apa yang ada pada pengisi radio rodja dari ilmu dan faedah ada pada ustadz-ustadz kita dan sebaliknya apa yang ada pada ustadz-ustadz kita (yang telah saya sebutkan di atas) tidak ada pada ustadz-ustadz rodja. Selain dari itu sama-sama kita ketahui dari perkataan Ibnu Siriin yang Insya Allah menutup “perjumpaan kita”, yang beliau berkata :
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
“Sesunguhnya ilmu ini adalah agama maka perhatikanlah oleh kalian dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
Dan perkataan Syaikh ‘Abdullah Mar’i Hafidzahullah : “Jangan sampai mereka yang dulunya salafiyyin (ketika mendengar radio rodja –ed) menjadi Khalafiyyin (orang menyelisihi manhaj salaf –ed)” (sumber : rekaman pertemuan Tanah Abang Jakarta) .
Wallahu muwwafiq
Ditulis oleh : Abu Ibrahim Abdullah bin Mudakir
Jazakallhkhoiron Ustadz.
wa anta Jazakumullahu khoir
subhanallah, semoga Allah menjaga ustadz dari makar2 hizbiyyun dan tetap istiqamah.
barakallahu fik
masya Allah, nasehat yg bermanfaat. Jazakallohu khoiron.
Bertamb ah lagi satu pewalak ruwaibidhoh di teng ah kaum muslimin wkwkwkwkwk. Dikira ente hebat nulis kayak gini hahaha. Udah ah ngocol capek ketawa
ana bukan sok pintar atau hebat, hanya saja ana berusaha menasehati diri ana sendiri dan orang lain mencari sebab untuk istiqamah. semoga Allah memberi hidayah, kebaikkah kepada anda didunia dan diakhirat
Apakah antum sudah pernah menasihati ustadz2 yang antum sebut diatas??
Nasihatilah mereka secara LANGSUNG… nasihatilah Ust. Abu Qatadah, Ust. Firanda, Ust.Abdullah Taslim dan ustadz2 lainya yang menurut pengamatan antum masih bergaul atau mendukung golongan yang menyimpang, cobalah nasehati mereka ustadz2 pengisi Radio Rodja yang tidak memiliki ilmu dan faedah seperti Ustadz2 antum agar mereka bisa sesuai dan sejalan dengan ustadz2 antum.
Menurut ana, tulisan yang antum tulis terlihat sangat ilmiah…sepertinya sudah menjadi rangkuman atas penyelidikan intelejen sudah gitu dilengkapi dengan dalil2 shohih…Subhanalloh.
Tapi tulisan antum ini bisa berpotensi menjadi fitnah dan akhirnya bisa menjadi perpecahan ummat, coba dong berikan perimbangan yang adil, jangan hanya mendakwa seolah2 ustadz yang antum sebut di atas itu berdosa seumur hidupnya oleh karena melakukan hal2 yang menurut antum sebuah kesalahan fatal dan ‘sepertinya’ harus di laknat
Akhi… Manusia itu dhoif termasuk antum, ana dan pastinya juga ustadz2 Antum, nasehatilah dengan cara yang lebih ma’ruf… kasihan ummat yang semakin bingung saja mana yang salah, mana yang sesat dan mana yang lurus!
Barakallahu fikum
Abu Ishaq yang semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua, kalau antum tanya sudahkah meraka dinasehati secara langsung maka jwabnya sebagian asatidzah salafiyyin sudah menasehati sebagian mereka secara langung dan tidak langsung (sepanjang pengetahuan ana) bahkan sebagian masyaikh sudah menasehati firnda secara langsung, menjawab pertanyaan firanda tetapi ya firanda mengikuti hawa nafsunya dan berbuat kurang adab dengan syaikh muhammad bin hadi, kalau antum bertanya dari siapa ana tahu..?maka ana jawab dari FIRANDA yang memberita tahu ana secara LANGSUNG ketika ana masih ngaji bersama mereka. insya Allah akan ada penjelasn tersendiri. begitu juga syaikh Abdullah Bukhari telah menjelaskan masalah ini. seharusnya antum bertanya kepada firanda yang membuat rusuh dakwah dengan menyakiti salfiyyin dengan membela habis-habisan musuh salafiyyin di penjuru dunia ihyaut thurast, pemecah belah dakwah slafiyyin di indonesia, yaman dan temapt yang lain. dan seharus antum marah sama Yusuf Utsman Ba’isa dan dengan Al-Irsyadnya yang telah mengundang Abdurrahman Abdul Khaliq sebab terpecahnya salafiyyin dan mepertanyakann kenapa kamu membuat potensi ummat untuk pecah…!! semoga Allah memberi hidayah kepada ana, antum dan kita semua. fikum barakallah
Bismillah Jazaakallohu khoyro untuk penjelasannya ustadz,mudah2an umat yang notabene awam (yang hanya menilai/memaknai kata salaf hanya dari kulitnya saja) benar-benar bisa memahaminya.untuk al akh abu ishaq inilah kenyataan yang harus di terima bahwasannya sepintar2nya manusia menyimpan bangkai toh tetap bau nya akan tercium juga seperti halnya dai2 turotsyun semisal Yazid jawas Cs sepandai2nya mereka berlindung di balik penampilan salafy toh tetap Allah akan tunjukan juga manhaj aslinya.sebenarnya dari penjelasan di atas juga sudah cukup untuk orang yang memiliki mata hati akan ketergelinciran ustadz2 turotsyyun tersebut apalagi bukti yang tidak terbantahkan bahwasannya Penulis adalah teman satu Madrasah (sekolah) Ustadz Firanda (di jamilurrahman jogja) yang saat ini keberadaannya (Yaitu ustadz Firanda) di jadikan bemper oleh dai2 turotsyyun.Untuk Abu Salman belajarlah yang rajin (bukan sekedar belajar di mana ustadz antum bedah Buku sebulan sekali atau setahun sekali)Fahami apa makna kalimat Ruwaibid’ah Menurut hemat ana apabila bisa menampilkan hujjah dari kitab dan sunnah dan juga realita yang terjadi di lapangan itu tidak bermakna RUWAIBID’AH.Terakhir sebagai bentuk kecintaan ana ter hadap antum berdua (Abu Salman dan Abu Ishaq) dan pengamalan Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam yang artinya:’tidaklah beriman salah seorang kalian (dengan keimanan yang sempurna) hingga dia mencintai untuk saudaranya (semuslim) seperti apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri) ana mengajak antum untuk kembali kepada al-haq dan tidak menjadi orang terdepan menolong kebatilan mari hadiri ta’lim ustadz-ustadz salafyyin yang sudah terbukti kewara’annya dan kezuhudannya dalam da’wah ini Hayyakumulloh.Hadanallahu wa iyyahum
kasihan yang baca ini…masyaallah….hambatan dakwah selain dari eksternal …internalnya pun sangt ganas…
akhi yang semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua, justru hambatan dakwah, pencemar dakawh, perusak dakwah adalah yayasan Ihyaut turats yang sebagian ustadz2 rodja bermuamalah, dan membalanya. apakah kita biarakan ummat sedikit-demi sedikit mulai terbiasa dengan pergaulan bebas antar manhaj walaupun sama keturunan pembunuh utsman? Yiautu KhwariJ…!!. naudzubillah..
Afwan my tanya apakah sarung itu diperbolehkan penggunaannya untuk sholat? Apakah termasuk bid’ahkah sarung karena di zaman Rasulullah kan tidak ada sarung. ada yang mengatkan sarung itu mirip bantalon. Mohon penjelasannya. Jazakallahu khoyran.
sarung bukan banthalun, sarung bukan perkara bid’ah dan boleh digunakan untuk shalat. dibawah ini sedikit penjelasan ulama tentang pakaian pantolun
Pertanyaan :
Apakah boleh shalat memakai pantaloon (celana panjang ketat) bagi wanita dan lelaki. Bagaimana pula hukum syar’inya bila wanita memakai pakaian yang bahannya tipis namun tidak menampakkan auratnya?
Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab, “Pakaian yang ketat yang membentuk anggota-anggota tubuh dan menggambarkan tubuh wanita, anggota-anggota badan berikut lekuk-lekuknya tidak boleh dipakai, baik bagi laki-laki maupun wanita. Bahkan untuk wanita lebih sangat pelarangannya karena fitnah (godaan) yang ditimbulkannya lebih besar.
Adapun dalam shalat, bila memang seseorang shalat dalam keadaan auratnya tertutup dengan pakaian tersebut maka shalatnya sah karena adanya penutup aurat, akan tetapi orang yang berpakaian ketat tersebut berdosa. Karena terkadang ada amalan shalat yang tidak ia laksanakan dengan semestinya disebabkan ketatnya pakaiannya. Ini dari satu sisi. Sisi yang kedua, pakaian semacam ini akan mengundang fitnah dan menarik pandangan (orang lain), terlebih lagi bila ia seorang wanita.
Maka wajib bagi si wanita untuk menutup tubuhnya dengan pakaian yang lebar dan lapang, tidak menggambarkan lekuk-lekuk tubuhnya, tidak mengundang pandangan (karena ketatnya), dan juga pakaian itu tidak tipis menerawang. Hendaknya pakaian itu merupakan pakaian yang dapat menutupi tubuh si wanita secara sempurna, tanpa ada sedikitpun dari tubuhnya yang tampak. Pakaian itu tidak boleh pendek sehingga menampakkan kedua betisnya, dua lengannya, atau dua telapak tangannya. Si wanita tidak boleh pula membuka wajahnya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya tapi ia harus menutup seluruh tubuhnya. Pakaiannya tidak boleh tipis sehingga tampak tubuhnya di balik pakaian tersebut atau tampak warna kulitnya. Yang seperti ini jelas tidak teranggap sebagai pakaian yang dapat menutupi.
Nabi n telah mengabarkan dalam hadits yang shahih1:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: رِجَالٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسُ وَنِساَءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسَهُنَّ كَأَسْنَمَةِ الْبُخْتِ لاَ يَجِدْنَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang saat ini aku belum melihat keduanya. Yang pertama, satu kaum yang membawa cambuk-cambuk seperti ekor sapi, yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua, para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka miring dan membuat miring orang lain. Kepala-kepala mereka semisal punuk unta, mereka tidak akan mencium wanginya surga.”
Makna كَاسِيَاتٌ: mereka mengenakan pakaian akan tetapi hakikatnya mereka telanjang karena pakaian tersebut tidak menutupi tubuh mereka. Modelnya saja berupa pakaian akan tetapi tidak dapat menutupi apa yang ada di baliknya, mungkin karena tipisnya atau karena pendeknya atau kurang panjang untuk menutupi tubuh.
Maka wajib bagi para muslimah untuk memperhatikan hal ini. (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan, 3/158-159)
Majalah AsySyariah Edisi 054
Assalamualaykum Warrahmatullah Wabarakatuh,
afwan, ana tergelitik untuk bertanya beberapa hal mengenai hal2 diatas.
Bukankah ada ulama yg membolehkan mengambil bantuan IT? Syaikh Utsaimin, Syaikh Bin Baz, Abdul Aziz Alu Asy Syaikh, Saleh Alu Syaikh?
Apakah mereka mengeluarkan fatwa2 tersebut dengan tdk memahami apa yg difatwakannya? maksudnya bahwa yayasan tsb adalah yayasan hizbi, tetapi kenapa mereka membolehkannya? menurut ana tidak mungkin tdk tahu, jika ulama mengeluarkan fatwa pastinya sudah dipahami seluk beluk permasalahannya. walaupun ulama juga manusia yang punya ksalahan.
Bagaimana hubungan antara para ulama yg melarang dan membolehkan, apakah saling mentahzir? terus terang ana bingung. Yang satu mengambil fatwa yg melarang dan yang satu mengambil fatwa yang membolehkan, jadi siapa yg harus disalahakan?
Mohon jawabannya, jazakallahu khoiro
wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. afwan akhi supaya antum puas, antum bisa membaca hasil transkip ceramah sesi 1 dan ke 2 ustadz Luqman tentang ihyaut turats, insya Allah antm akan dapat jawabn yang memuaskan dari ketidak tahuan kita tentang kejelakan ihyaut turats dari satu sisi saja.
[TRANSKRIP-DAUROH TANGERANG SESI 1] Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Khawarij Melalui Yayasan Ihya At Turots. silahkan lihat disini :
http://darussalaf.or.id/stories.php?id=1975
TRANSKRIP-DAUROH TANGERANG SESI 2] Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Khawarij Melalui Yayasan Ihya At Turots
http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1976
tolong jelaskan apa kata ali subana tentang yusuf qardawi,kalo hanya sekedar dia mengatakan (ulama),mungkin maksudnya ulamaknya ikhwanulmuslimin,karna saya pernah hidup bersama dia(ali subana)di qatar tdk pernah saya mendengar dia mengatakan hal tersebut,kalo memang benar,saya yakin dia pasti hadir terus dalam khutbah jumat yusuf qardawi,.agar kita terhindar dari ghiibah,. Tolong dijawab.
sebagaimana yang ana nukilkan dari Abu Aisyah yang pernah di Qatar dan mendengar perkataan Ali Subana tersebut bahkan ana ta’akid lagi ada yang kurang yaitu yang lengkap begini perkataannya : ” Yusuf Qardhawi termasuk ulama besar abad ini jika ada yang ingin mendengar khutbatnya di masjid sana (masjid yang keseharian Qardhawi berada disana)”
dua2nya pernah tinggal bersama ali subana, yg satu tdk pernah mendengar perkataan tersebut yg satu lagi katanya pernah, bagaimana menurut antum? ahsannya kalau antum ada rekamannya jadi memang perkataannya bisa dipertanggung jawabkan. ana agak khawatir kalau antum hanya mendengar dari katanya.
tidak semua ketika seseorang menyebutkan perkataan harus terbukti dengan rekaman, ulama terdahulu tidak dengan rekaman ketika menukilkan sebuah perkataan. namun jelas kalau ada bagus. kenapa antm tidak mengatakan dia yang tidak mendengar. bahkan banyak hal yang didengar oleh sumberinformasi tentang Ali Syubbana tetapi hanya yang berkaitan dengan apa yang ana tulis saja yang ana bawakan.
BERSIKAPLAH KEPADA SEMUA MAHLUK ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA, SEPERTI HALNYA ENGKAU BERHARAP AKAN DI BALAS DENGAN SIKAP YANG SAMA, DI HARI PEMBALASAN NANTI…
KALAU ENGKAU BERHARAP AKAN DI CELA OLEH ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA DI HARI PEMBALASAN NANTI, MAKA SILAHKAN ENGKAU BANYAK-BANYAK MENCELA ORANG LAIN…, APALAGI MENCELA KEHORMATAN SEORANG MUSLIM ADALAH HUKUMNYA HARAM….
TETAPI KALAU ENGKAU TAKUT AKAN HARI PEMBALASAN NANTI MAKA BERSIKAPLAH YANG TERBAIK TERHADAP ORANG LAIN
APALAGI ANTUM HANYA MENGAMBIL DALIL DARI PERKATAAN-PERKATAAN MANUSIA, BUKAN QOLALLAH WA QOLA ROSUL….
nyimak dulu…
salah sat
Tp sayang, sih penulis hanya bs menjadi komentator di balik layar.. Padahal ilmunya tak sbanding sdkitpun dgn orang yg di komentarinya.. Wallahua’lam.. Allahumusta’an
Bismillah jazaakalloh khoiro ustadz dengan dijelaskannya dai2 yang memiiki fikrah menyimpang akan semakin bertambah wawasan yang akan menambah kekuatan dan kekokohan manhaj ini.untuk AL AKH SUMANTO mari kita belajar agama ini dari sumber yang benar,dari pemahaman yang benar dan dari ustadz yang amanah di dalam da’wahnya membentengi umat dari faham menyimpang adalah satu kewajiban bagi seseorang yang mempunyai kemampuan termasuk didalamnya membentengi aqidah dan manhaj umat dari faham2 menyimpang yang terdapat pada dai2 hizby mengenai lemah lembut betul hukum asalnya da’wah harus dengan kelemah lembutan akan tetapi adakalanya da’wah harus di lakukan dengan keras mana kala kelemah lembutan tidak dapat merubah kemungkaran yang ada.dai2 turotsyun adalah dai yang sejak lama sudah di nasehati akan tetapi karena tidak ada itiqad baik untuk berubah maka cara seperti ini mungkin layak untuk di lakukan.timbanglah semuanya dengan dalil bukan dengan ra’yu (AKAL) teramat banyak dalil yang menjelaskan tentang kerasnya da’wah ulama salaf terhadap pengusung kebatilan.Untuk Akh Aqila Hadanallohu Da’wah bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan tulisan di blog ini misalnya.walhamdulillah Ustadz2 kami bukanlah ustadz yang senang memperlihatkan ilmu akan tetapi mereka hafidzahumulloh adalah asatidzah yang tawadhu dan berusaha beramal dengan ilmu yang di milikinya.tidak ada manusia yang sempurna keilmuannya hanya milik Allahlah keilmuan yang sempurna
Assalamualaykum Warrahmatullah Wabarakatuh
ana baca antum sebelumnya pernah ikut kajian ustadz Abu Qatadah….begini akhi yang maksum hanya Nabi…jangan sampai hanya karena kita melihat ustadz yang kita pernah mengaji dengannya tidak sesuai dengan kita langsung menyalahkannya dan menyebar aib keseluruh manusia, yang ana takutkan suatu saat antum dapat informasi baru tentang ustadz-ustadz tempat akhi mengaji sekarang yang tidak sesuai dengan antum..apakah antum akan menulis hal yang sama akhi ?
wa’alaikumusslam warahmatullahi wabarakatuh, saudaraku yang semoga Allah memberi hidayah kepada anda. saya ucapakan terima kasih kepada anada telah mau mambaca artikel ini. Saudaraku yang semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua. Apa yang dialakukan abu qatadah adalah sebuah penyimpangan manhaj yang bukan sekadar “kesalahan yang manusia tidak bisa lepas dari kesalahan” tapi inilah manhajnya, berulang-ulang kali dilakukannya dan tidak bertaubat kepada Allah. yang penyimpangannya tidak bisa dibiarkan kasian ummat nanti bahkan mereka sudah menyangka apa yang dilakukan oleh abu qatadah dan yang semisalnya itulah manhaj salaf…!! padahal pada hakekatnya itulah manhaj hizbiyah sururiyah wa hasaniyyah.
beginilah serunya jika orang2 pandai sedang berdebat.